Abu Vulkanik GAK Serbu Tangerang, Aktivis Mahasiswa Cipayung Bagikan 1.000 Masker

Abu Vulkanik GAK Serbu Tangerang, Aktivis Mahasiswa Cipayung Bagikan 1.000 Masker
Sejumlah mahasiswa membagikan masker kepada pengendara yang melintas di tugu Adipura, Kota Tangerang, Selasa (8/9). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) diwujudkan sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Tangerang melalui aksi sosial.

Sebanyak sekitar 1.000 masker dibagikan kepada masyarakat dan pengendara di sejumlah ruas jalan utama Kota Tangerang, Selasa 8 September 2026.

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut melibatkan tiga organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), bersama Relawan Perguruan Tinggi Palang Merah Indonesia.

Ketua Umum PMII Kota Tangerang, Oki, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya pengendara yang masih beraktivitas di luar rumah dan berpotensi terpapar abu vulkanik.

“Sekitar 1.000 masker kami siapkan untuk dibagikan langsung kepada masyarakat. Sangat penting karena menjaga kesehatan itu lebih mahal dari apa pun,” kata Oki.

Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih berpotensi memengaruhi aktivitas warga.

Oki juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga keselamatan, mengingat masih banyak keluarga yang menunggu kepulangan mereka di rumah.

“Karena ingat di rumah masih banyak yang menunggu, baik keluarga, anak, maupun orang tuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, mengapresiasi langkah cepat mahasiswa yang turun langsung ke tengah masyarakat.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa sebagai kelompok terdidik dalam merespons kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa hari ini. Luar biasa, di empat ruas jalan di lima titik,” ujar Andri saat diwawancarai Banten Ekspres, Selasa (8/9).

Andri menilai kepedulian mahasiswa tidak sekadar diwujudkan melalui imbauan di media sosial maupun selebaran, tetapi dilakukan dalam bentuk aksi nyata.

“Aksi yang mereka lakukan sangat berdampak kepada masyarakat, tidak hanya imbauan di flyer dan tidak hanya pergerakan di media sosial. Tapi hari ini kawan-kawan mahasiswa secara real melakukan aksi nyata ke masyarakat, berbagi dan berbuat,” katanya.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis. GMNI melaksanakan aksi di sekitar kawasan Adipura, PMII berada di lampu merah Jembatan Merah, HMI membagikan masker di kawasan Flyover PLN, sedangkan Relawan Perguruan Tinggi Palang Merah Indonesia berada di lampu merah Modernland.

Andri berharap gerakan tersebut dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan keselamatan, terlebih selama aktivitas Gunung Anak Krakatau belum dinyatakan aman oleh pemerintah.

Ia juga berharap aksi serupa tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat diikuti elemen masyarakat lainnya.

“Ini menjadi menarik karena mahasiswa ternyata melakukan inisiasi yang cepat, tanggap. Mudah-mudahan berikutnya bisa diikuti oleh elemen masyarakat yang lainnya,” pungkasnya.

“Selama status terkait aktivitas Anak Krakatau belum diturunkan oleh pemerintah, kita masih tetap harus waspada, kita masih harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” tuturnya. (*)

Pos terkait