Dedikasi Ade Faturahman, di Penghujung Masa Pengabdian, Kolaborasi Cetak Siswa berprestasi

Dedikasi Ade Faturahman, di Penghujung Masa Pengabdian, Kolaborasi Cetak Siswa berprestasi
Kepala SD negeri Jati I, Ade Faturahman. Foto (Ist)

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Setiap jejak Ade Faturahman, kerap membawa perubahan nyata pada sekolah, khususnya sekolah dasar (SD) di tempat ia mengabdikan dirinya.

Ade, sejak Januari 2026 ia kembali menahkodai SD Negeri Jati I, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Pria kelahiran Kebumen, 16 November 1966 ini memegang prinsip sederhana namun kuat. di mana pun ia ditempatkan, dunia pendidikan harus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah semangat yang terus dibawanya.

Bacaan Lainnya

Sebelum menahkodai SDN Jati I, Ade sempat memimpin di SDN Gandasari. Perjalanan kariernya di dunia pendidikan dasar terbentang sangat panjang. Mengawali langkah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus guru kelas sejak tahun 1991 di SDN Rama, Jatiuwung, yang saat itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Tangerang

Ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk anak-anak usia dini. Berbekal latar belakang pendidikan dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG), ia tak pernah berpindah jalur. Dunia Sekolah Dasar adalah rumah sekaligus panggilannya.

Ia tidak asing bagi keluarga besar SDN Jati I. Ia tercatat pernah mengabdi di sekolah ini pada periode 2012 hingga 2017, sebelum akhirnya berpindah tugas ke SDN Jatikarya 1, lalu ke SDN Gandasari, hingga akhirnya kembali lagi ke SDN Jati I pada awal tahun ini.

“Saya sudah muter-muter, beberapa di SD, sekarang ke SD Jati I lagi, sebentar lagi saya pensiun,” kata Ade saat ditemui, belum lama ini.

Rahasia di balik kemajuan sekolah yang dipimpinnya, yaitu sinergitas antara warga sekolah baik peserta didik, dewan guru bersama orang tua murid yang memberikan dukungan penuh yang memberikan kepercayaan dalam membangun prestasi dan memajukan sekolah.

Bagi Ade, memajukan sekolah tidak bisa dilakukan sendirian. Kunci utamanya adalah membangun sinergi yang kuat antara guru, peserta didik, dan orang tua murid. Di bawah kepemimpinannya, ia sangat fokus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

“Saya mah cuma punya telunjuk, ya semua berkat kolaborasi guru terutama orang tua murid yang memberikan dukungan penuh,” ujar Ade.

Menurut dia, ketika orang tua sudah percaya dan merasa memiliki sekolah, maka berbagai keterbatasan termasuk soal anggaran bukan lagi halangan yang berarti. Semangat kebersamaan inilah yang membuahkan hasil manis.

Berkat dukungan moril maupun materiil dari para orang tua, tim guru, pelatih, serta kerja keras siswa, SDN Jati I sukses menorehkan prestasi membanggakan di bidang kepramukaan. Tidak berhenti di situ, ia dan timnya kini tengah gencar mendorong potensi siswa di bidang olahraga.

Bagi Ade, pembinaan prestasi nonakademik ini memiliki tujuan jangka panjang yang strategis. Prestasi-prestasi tersebut bukan sekadar hiasan piala di sekolah, melainkan modal berharga dan bekal penting bagi para siswa ketika mereka lulus nanti dan mendaftar ke jenjang SMP melalui jalur prestasi (SPMB).

Menjelang masa purna bakti pada Desember 2026, Ade tidak ingin menurunkan ritme kerjanya. Justru di penghujung masa pengabdiannya ini, ia memiliki tekad yang semakin kuat untuk meninggalkan warisan terbaik. Ia ingin anak-anak didiknya tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berdisiplin tinggi, serta berakhlak mulia.

Di penghujung kariernya sebagai pendidik, Ade membuktikan bahwa ketulusan niat, kerja keras, dan kolaborasi yang solid mampu mengubah keterbatasan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. Dari ujung jari sang kepala sekolah hingga tangan-tangan antusias para orang tua dan guru, masa depan cerdas anak-anak bangsa di SDN Jati I kini tengah disemai dengan pasti.(*)

Pos terkait