SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mendorong penyelenggaraan Car Free Night (CFN) sebagai pengembangan dari program Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap minggu pertama setiap bulan.
Menurut Benyamin, CFD tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga. Kegiatan tersebut juga menjadi tempat warga berekspresi, bersosialisasi, berkumpul bersama keluarga hingga menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Jadi arena untuk berekspresi, olahraga, ketemu orang, dagang, ketawa-ketawa. Itu kebutuhan masyarakat kota. Salah satunya yang kita fasilitasi di Car Free Day ini,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID di lokasi CFD BSD, Serpong, Minggu, 6 September 2026.
Benyamin menambahkan, rencana pelaksanaan Car Free Night saat ini masih dalam tahap pembahasan. Sebab, pelaksanaannya akan melibatkan berbagai aspek, terutama berkaitan dengan pengaturan lalu lintas.
“Masih harus dibahas lagi karena melibatkan banyak aspek, terutama aspek lalu lintas,” tambahnya.
Benyamin juga mendorong Dinas Pariwisata dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan koordinasi. Nantinya, lokasi pelaksanaan Car Free Night akan ditentukan berdasarkan hasil kajian dan koordinasi tersebut.
“Saya dorong Dinas Pariwisata yang terkait dengan hal tersebut untuk dikoordinasikan dan pelaksanaannya silakan pilih tempatnya di mana,” jelasnya.
Sementara itu, Benyamin menilai keberadaan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan CFD. Pada gelaran CFD kali ini, hampir 250 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam bazar.
Para pelaku UMKM tersebut sebelumnya melakukan pendaftaran secara daring. Mereka juga tidak dikenakan biaya untuk berjualan dalam kegiatan tersebut.
“Ini ada kurang lebih hampir 250 UMKM yang ikut dalam Car Free Day gelaran bazar hari ini. Dan mereka tidak bayar,” ungkapnya.
Ke depan, Benyamin meminta jenis usaha dan produk yang ditawarkan dalam CFD semakin beragam. Hal itu dinilai penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekaligus membuat kegiatan tersebut semakin menarik.
“Saya minta ke depan lebih divariasi dagangannya, lebih diperkaya lagi,” terangnya.
Benyamin menyebut, CFD menjadi ruang pertemuan berbagai aktivitas masyarakat. Warga yang berolahraga, pelaku UMKM, hingga keluarga yang melakukan kegiatan bersama dapat berbaur dalam satu kawasan.
“Jadi ini ketemu yang olahraga, yang dagang semuanya ketemu di sini, family gathering, jadi ketemu di sini,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa CFD tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga turut mendorong perputaran sosial dan ekonomi di Kota Tangsel. “Alhamdulillah, ekonomi berjalan di sini,” tutupnya. (*)










