PMI Kota Tangerang Gembleng  Relawan Muda Yatsi Madani. Siap Terjun Saat Kondisi Gawat Darurat 

PMI Kota Tangerang melatih calon relawan KSR Universitas Yatsi Madani selama lima hari dengan materi pertolongan pertama hingga water rescue.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang membekali calon relawan Korps Sukarela (KSR) Perguruan Tinggi Universitas Yatsi Madani dengan keterampilan pertolongan pertama dan respons kegawatdaruratan.

Selama lima hari, para calon relawan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Yatsi Madani atau DIKSI di Markas PMI Kota Tangerang. Mereka mendapatkan pembekalan untuk menghadapi berbagai kondisi, mulai dari kegawatdaruratan medis, kecelakaan hingga bencana.

Bacaan Lainnya

Pelatihan berlangsung sejak Selasa, 1 September 2026, hingga Jumat, 4 September 2026. Materi yang diberikan meliputi asesmen, perawatan keluarga, komunikasi, pertolongan pertama, hingga water rescue atau penyelamatan darurat di air.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan relawan yang memiliki kemampuan memberikan respons dalam situasi darurat.

“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya di Kota Tangerang. Kami memberikan pembekalan agar para calon relawan memiliki kemampuan dalam memberikan layanan dan respons cepat terhadap kondisi gawat darurat medis maupun bencana,” ujar Oman.

Menurut Oman, kesiapan relawan menjadi bagian penting dalam kegiatan kemanusiaan. Karena itu, calon relawan perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar sebelum terlibat dalam penanganan berbagai situasi di lapangan.

Pembekalan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan pertolongan pertama. Peserta juga dilatih melakukan asesmen untuk memahami kondisi di lokasi kejadian, berkomunikasi dalam situasi darurat, serta bekerja bersama dalam sebuah tim.

Materi perawatan keluarga turut diberikan sebagai bagian dari pembekalan dasar bagi calon relawan.

Selain mendapatkan materi, peserta DIKSI juga mengikuti simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas.

Dalam simulasi tersebut, calon relawan dihadapkan pada sejumlah kondisi yang membutuhkan penanganan berbeda. Mereka mempraktikkan materi yang telah dipelajari selama pelatihan.

Simulasi menjadi sarana untuk melatih kemampuan peserta melakukan asesmen, menentukan prioritas pertolongan, membangun komunikasi, serta bekerja sama dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

Komandan KSR Universitas Yatsi Madani, Siti Fitriyah, mengatakan DIKSI dirancang bukan sekadar untuk memberikan keterampilan teknis kepada peserta.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter calon relawan yang akan menjalankan kegiatan kemanusiaan.

“Kami menamainya DIKSI atau Pendidikan dan Pelatihan Dasar Yatsi Madani. Kegiatan ini digelar bukan hanya untuk memberikan ilmu pertolongan pertama, tetapi juga membentuk karakter relawan yang siap memberikan perawatan mulai dari lingkungan keluarga hingga merespons kondisi gawat darurat medis dan bencana di Kota Tangerang,” kata Siti.

Ia mengatakan kemampuan teknis dan kesiapan bekerja bersama menjadi bagian penting dalam pembentukan relawan.

Melalui kombinasi materi dan praktik, peserta mendapatkan pengalaman untuk memahami bagaimana keterampilan dasar diterapkan dalam situasi darurat.

Rangkaian pelatihan tidak berhenti pada simulasi kecelakaan lalu lintas.

Para calon relawan juga dijadwalkan mengikuti simulasi water rescue di Kali Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Sabtu, 5 September 2026.

“Kita juga akan mengadakan simulasi water rescue, atau penyelamatan darurat di air, yang akan dilaksanakan besok, Sabtu (5/9/2026), di Kali Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang,” ujar Siti.

Simulasi tersebut menjadi bagian dari praktik lapangan untuk melengkapi pembekalan yang telah diperoleh selama DIKSI.

Peserta akan mendapatkan pengalaman menerapkan keterampilan dalam skenario penyelamatan darurat di lingkungan perairan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan kesiapan calon relawan sebelum terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

PMI Kota Tangerang bersama KSR Universitas Yatsi Madani berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan relawan muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Pembekalan selama lima hari menjadi tahap awal bagi calon relawan untuk memahami tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan kemanusiaan.

Kemampuan asesmen, komunikasi, pertolongan pertama, perawatan keluarga dan penyelamatan darurat di air menjadi bekal yang diperkenalkan kepada peserta selama pelatihan.

PMI Kota Tangerang menempatkan penguatan kapasitas relawan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi berbagai kebutuhan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Dengan adanya relawan yang telah mendapatkan pembekalan, kegiatan kemanusiaan dapat didukung oleh sumber daya yang memahami dasar-dasar penanganan situasi darurat.

Melalui DIKSI, calon anggota KSR Universitas Yatsi Madani tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di ruang pelatihan, tetapi juga kesempatan menguji kemampuan melalui simulasi.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi awal bagi lahirnya relawan-relawan muda yang siap terlibat dalam misi kemanusiaan dan memberikan dukungan ketika masyarakat membutuhkan bantuan. (*)

 

 

 

Pos terkait