Tekan Tawuran Pelajar, Polisi Perkuat Pengawasan di SMKN 1 Kota Tangsel

Bhabinkamtibmas Kelurahan Ciater Polsek Serpong Aipda Suparman memberikan sosialisasi tentang bahaya tawuran kepada siswa di SMKN 1 Kota Tangsel, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong. Humas Polres Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Bhabinkamtibmas Kelurahan Ciater Polsek Serpong Aipda Suparman menggelar kegiatan CETAR (Cegah Tawuran) di SMKN 1 Kota Tangsel, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Selasa, 1 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mencegah aksi tawuran sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu, Aipda Suparman mengingatkan para siswa agar langsung pulang ke rumah setelah kegiatan belajar selesai. Para pelajar juga diminta tidak berkumpul tanpa tujuan yang berpotensi memicu terjadinya tawuran.

Selain itu, siswa diimbau tidak mudah terprovokasi ajakan melakukan aksi maupun informasi yang belum diketahui kebenarannya. Mereka juga diminta menjauhi kelompok yang berpotensi melakukan tindakan anarkis.

Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan, pencegahan tawuran membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, sekolah dan orang tua.

“Kami mengajak pihak sekolah untuk terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas para siswa, termasuk berkoordinasi dengan guru kesiswaan, guru BK, wali kelas, dan orang tua. Dengan pengawasan bersama, potensi kenakalan remaja maupun tawuran dapat dicegah sejak dini,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, SMKN 1 Kota Tangsel juga telah membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan siswa. Satgas tersebut bertugas memastikan para pelajar mengikuti kegiatan positif dan tidak terlibat dalam aksi yang mengganggu ketertiban.

Pengawasan dilakukan secara berkala, baik di lingkungan sekolah maupun sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya pelajar. “Di antaranya Stasiun Serpong, Stasiun Rawa Buntu dan sejumlah titik rawan lainnya,” tambahnya.

Suhardono menambahkan, pelajar perlu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif sehingga tidak mudah terpengaruh lingkungan yang dapat mengarah pada tawuran. “Melalui program CETAR, diharapkan para pelajar dapat tetap fokus belajar, menjaga diri, serta menjadi generasi muda yang berprestasi dan berkontribusi positif bagi lingkungan,” tuturnya.

Ia juga memberikan sejumlah tips kepada pelajar untuk mencegah terjadinya tawuran. Di antaranya menghormati orang tua dan guru serta mengutamakan komunikasi dan kerja sama, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Pelajar juga diminta menghindari penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat menjadi salah satu faktor pemicu tawuran. “Terakhir hindari dan stop bullying, baik di sekolah maupun di lingkungan masing-masing. Karena tindakan bullying juga merupakan faktor pemicu tawuran,” tutupnya. (*)

Pos terkait