18 Tim Damkar Kota Tangerang Adu Cepat dan Tangguh di FFSC

18 Tim Damkar Kota Tangerang Adu Cepat dan Tangguh di FFSC
Peserta lomba mengasah ketangkasan dan kecepatan dalam ajang Fire Fighter Skill Competition (FFSC) di kawasan Stadion Benteng Reborn, Sabtu (29/8). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 18 tim pemadam kebakaran (Damkar) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang adu ketangkasan dan kecepatan dalam ajang Fire Fighter Skill Competition (FFSC) di kawasan Stadion Benteng Reborn, Sabtu (29/8).

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Tangerang dalam menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan, stamina, profesionalisme, dan kekompakan personel Damkar dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, FFSC tahun ini dikemas lebih besar dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Bahkan, sejumlah konsep perlombaan diadopsi dari kompetisi firefighter tingkat nasional.

“Konsep baru tahun ini, kita berharap kegiatan lebih besar dan mengadopsi kegiatan Firefighter Challenge di tingkat nasional, dari sisi jarak dan juga apa yang dilombakan,” ujarnya saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Sabtu (29/8).

Ia menjelaskan, para peserta harus melewati sejumlah tantangan yang menguji kekuatan fisik dan ketangkasan. Mulai dari menggunakan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk pernapasan pemadam, membawa beban berat, menggulung dan mengurai selang, mendorong beban hingga melakukan evakuasi korban.

Seluruh tim menjalani rangkaian tantangan dengan urutan yang sama. Tim yang mampu menyelesaikan seluruh tahapan dalam waktu tercepat menjadi pemenangnya.

“Harapannya kita bisa menjaga kondisi dan skill teman-teman di Kota Tangerang, para pemadam, termasuk mempersiapkan calon-calon atlet Firefighter Skill yang akan diikutkan pada tingkat nasional di tahun berikutnya,” katanya.

Menurut Mahdiar, kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan mencari tim tercepat. Lebih dari itu, FFSC menjadi sarana untuk terus mengasah kemampuan personel sehingga semakin siap ketika menjalankan tugas penanganan kebakaran.

Meski tantangan dalam perlombaan dibuat cukup berat, dia menilai kondisi tersebut justru penting untuk melatih daya tahan dan ketangkasan petugas.

“Semua kita lakukan supaya di lapangan mereka juga bisa lebih oke dalam melaksanakan tugasnya,” ungkapnya.

Tak hanya menjadi ajang adu kemampuan, FFSC juga dikemas sebagai kegiatan yang melibatkan keluarga para personel. BPBD menyediakan doorprize bagi anggota dan keluarga yang hadir menyaksikan perlombaan.

Mahdiar mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga keluarga terhadap profesi petugas Damkar.

“Saya ingin mereka memiliki kebanggaan dan dilihat sama keluarganya ketika masing-masing bagian dari timnya mungkin berlomba. Mulai ada anak-anaknya, istrinya atau suaminya,” tuturnya.

Pemilihan Stadion Benteng Reborn sebagai lokasi perlombaan juga bertujuan mendekatkan kegiatan Damkar dengan masyarakat. Dengan lokasi yang berada di ruang publik, masyarakat dapat menyaksikan langsung kemampuan para petugas.

“Kenapa kita taruh di sini, itu supaya masyarakat juga bisa melihat. Bagian yang bisa mengedukasi dan mengenalkan juga peran dan fungsi teman-teman Damkar,” jelas Mahdiar.

Salah seorang peserta, Dian Salim, mengatakan persiapan fisik menjadi hal utama yang dilakukan bersama tim sebelum mengikuti perlombaan. Persiapan tersebut dilakukan sekitar satu bulan setelah jadwal perlombaan beberapa kali mengalami penundaan.

“Kami bersama tim melakukan persiapan fisik terutama, karena itu paling krusial. Kalau fisik kita loyo, otomatis pasti kita enggak bakal menang,” kata Dian.

Dian mengaku sempat mengalami kendala saat melewati sejumlah obstacle. Sebagai peserta pertama, dia harus menyelesaikan tantangan dalam kondisi kaki yang masih mengalami cedera lama.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk memberikan kemampuan terbaik bersama tim.

Dian berharap kegiatan seperti FFSC dapat rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, kompetisi tersebut dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan profesionalisme petugas Damkar.

“Berharap setiap tahunnya selalu melakukan kegiatan seperti ini supaya petugas pemadam kebakaran lebih profesional lagi dalam menangani penanggulangan bahaya kebakaran,” ujarnya.

Ia juga berharap peningkatan kemampuan personel diikuti dengan dukungan fasilitas yang semakin baik, terutama alat pelindung diri (APD).

“Berharap semua fasilitas lebih maju lagi, lebih keren lagi terkait dengan APD-nya supaya lebih safety lagi dan petugas lebih profesional dalam bertugas,” pungkasnya. (*)

Pos terkait