Kebaikan Siti Fatimah Dijawab Hadiah Umrah saat Maulid Nabi di Haji Enju Rajeg

Kebaikan Siti Fatimah Dijawab Hadiah Umrah saat Maulid Nabi di Haji Enju Rajeg
Ibu rumah tangga sekaligus pengajar Alquran di Rajeg, Siti Fatimah, menangis haru setelah mendapat kejutan hadiah umrah gratis dari Kiai, Habib dan Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat peringatan Maulid Nabi di Haji Enju Rajeg. Foto: Zakky Adnan/Bantenekspres.co.id

RAJEG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Malam di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, berubah menjadi momen penuh haru.

Siti Fatimah, seorang ibu rumah tangga sekaligus guru ngaji anak-anak kampung, tak pernah menyangka bahwa dedikasinya mengajar Alquran saban malam akan dibalas dengan kejutan terbesar dalam hidupnya yakni, tiket ibadah umrah gratis ke Tanah Suci.

Bacaan Lainnya

Pengumuman mengejutkan itu disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di hadapan ribuan jemaah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pengajian Rutinan Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat Anugerah di halaman kediaman Haji Enju Rajeg (Zuhrotul Tamami), Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Sebelum menyampaikan sambutan, sang Bupati menerima amanah dari para ulama yang hadir, termasuk Kiai Miftah dan Habib, untuk menyalurkan titipan hadiah umrah kepada jemaah.

Kehidupan Siti Fatimah mencerminkan potret kesederhanaan masyarakat pengabdi.

Di tengah kesibukannya mendampingi sang suami yang bekerja sebagai buruh pabrik di PT Gajah Tunggal, ia konsisten mewakafkan waktunya setiap malam untuk mengajari anak-anak sekitar membaca Alquran.

Hubungannya dengan kegiatan keagamaan lokal pun cukup erat, anaknya menimba ilmu di sekolah yayasan milik tokoh masyarakat setempat, Abah Haji Enju.

Kehadirannya dalam acara malam itu sebenarnya hanya untuk memenuhi undangan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dialog spontan di depan panggung berubah haru saat Bupati Maesyal bertanya apakah ia bersedia diberangkatkan ke Baitullah.

“Masyaallah, mau Pak! Mau!” cetus Siti Fatimah spontan sambil meneteskan air mata.

Ketika ditanya alasan di balik tangis bahagianya, Siti Fatimah disela isak tangisnya mengaku sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Makkah atau Madinah, baik untuk haji maupun umrah.

Melihat respons emosional tersebut, Bupati Maesyal menyemangati Siti Fatimah agar tidak larut dalam tangis dan segera bersyukur atas rezeki tak terduga ini.

Bupati Maesyal bersama para ulama berpesan agar kesempatan ini dijadikan pemicu semangat untuk terus mendidik generasi muda.

Di akhir sesi, Bupati Maesyal menitipkan doa khusus kepada Siti Fatimah yang akan segera berangkat, meminta agar Siti Fatimah mendoakan jemaah yang hadir saat di depan Ka’bah agar menyusul ke Tanah Suci dan meminta Siti Fatimah makin getol (rajin) mendidik anak-anak dalam membaca Alquran. (*)

Pos terkait