Serapan Job Fair 22,3 Persen, Kadisnaker Dorong Pencari Kerja Tingkatkan Kompetensi

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan saat diwawancarai usai apel pagi di Puspemkot Tangerang, Senin (24/8). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang, terus menggelar bursa kerja atau job fair sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Namun, tingkat penyerapan tenaga kerja dari kegiatan tersebut masih berada di kisaran 15 hingga 22,3 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengatakan rendahnya tingkat penerimaan tersebut tidak terlepas dari kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Dampaknya cukup positif, walaupun kisaran penerimaannya berdasarkan kompetensi yang ada memang baru sampai angka 15 sampai 22,3 persen untuk penerimaannya,” ujarnya saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Senin (24/8).

Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini juga turut memengaruhi proses rekrutmen tenaga kerja. Karena itu, Pemkot Tangerang akan terus mendorong peningkatan kompetensi para pencari kerja agar mampu bersaing dalam proses rekrutmen.

Ujang menjelaskan, setiap pelaksanaan job fair di Kota Tangerang mampu menyediakan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Kata dia, hingga Agustus 2026, jumlah lowongan yang dibuka melalui rangkaian job fair telah mencapai sekitar 15.000 posisi.

“Untuk tahun ini saja kita seperti kemarin waktu di Metropolis itu di atas 5.000. Jadi 15.000 itu sampai bulan ini saja,” katanya.

Ia menambahkan, peluang kerja masih terus dibuka melalui job fair secara daring hingga akhir Agustus. Dengan demikian, jumlah lowongan yang tersedia masih berpotensi bertambah.

Dari berbagai lowongan yang tersedia, sektor operator dan jasa menjadi bidang yang cukup banyak membutuhkan tenaga kerja. Selain itu, sektor industri juga masih membuka sejumlah kesempatan kerja.

Namun, Ujang mengungkapkan, sektor industri menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku. Kondisi geopolitik global turut memberikan dampak terhadap aktivitas dan produktivitas sejumlah perusahaan.

“Industri juga ada beberapa hal kaitan dengan bahan baku. Terutama pasca Iran dengan Israel, pengaruh terhadap bahan baku itu cukup signifikan, sehingga produktivitas dan kinerja beberapa perusahaan itu cukup terganggu,” jelasnya.

Dikatakannya, tak hanya mendorong penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, Disnaker Kota Tangerang juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

Ia mengatakan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah serta melakukan sosialisasi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Salah satu kemampuan yang menjadi perhatian adalah penguasaan bahasa asing. Menurutnya, peluang kerja di luar negeri sangat besar, bahkan mencapai ratusan ribu hingga jutaan lowongan. Namun, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kompetensi yang memadai.

“Kalau lowongannya bukan ribuan, ratusan ribu di luar negeri itu, bahkan sampai jutaan. Ya cuma kan yang jadi permasalahan ada kompetensi,” ungkapnya.

Karena itu, Ujang mengimbau masyarakat Kota Tangerang yang sedang mencari pekerjaan agar tidak hanya mengandalkan keberadaan lowongan, tetapi juga mempersiapkan kemampuan sesuai bidang pekerjaan yang dituju.

Ia menyebut, persoalan kompetensi menjadi salah satu hasil evaluasi Disnaker dalam melihat kondisi pasar kerja saat ini. Bahkan, masih terdapat sejumlah lowongan di perusahaan yang belum terisi karena perusahaan belum menemukan kandidat dengan kemampuan sesuai kebutuhan.

“Jadi permasalahan sekarang yang hasil kita amati adalah kompetensi. Bahkan ada beberapa lowongan kerja sampai sekarang di pabrik juga masih kosong karena belum dapat orang yang sesuai dengan yang diharapkan,” tandasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan kompetensi menjadi kunci agar peluang kerja yang tersedia dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah pun mendorong pencari kerja untuk aktif meningkatkan keterampilan, baik melalui pelatihan maupun pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. (*)

 

Pos terkait