LEBAKWANGI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Para petani di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, berhasil melakukan panen bawang merah di lahan seluas 1,5 hektare.
Hasil panen tersebut dinilai cukup memuaskan, menghasilkan tujuh sampai delapan ton bawang merah, yang nantinya akan diusulkan menjadi kampung hortikultura di sektor pertanian.
Asda II Pemkab Serang Febriyanto mengatakan, panen raya bawang merah telah dilaksanakan di luar lahan sekitar 1,5 hektare, dengan menghasilkan sekitar tujuh sampai delapan ton dalam sekali panen.
Panen ini juga menjadi bukti bahwa komoditas bawang merah, memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan secara berkelanjutan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan para petani bawang.
“Saya mewakili ibu Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, mengapresiasi dengan semangatnya para petani bawang merah se Kabupaten Serang khususnya di Lebak Wangi. Alhamdulillah mereka melakukan panen raya bawang merah, dan bawang merah ini kebutuhan pokok yang harus di terus dilestarikan di Kabupaten Serang,” katanya kepada wartawan saat diwawancarai di usai acara panen raya, Senin 24 Agustus 2026.
Febriyanto mengatakan, hasil panen hari ini menjadi sebuah momentum penting untuk terus menumbuhkan semangat, dan optimisme dalam mengembangkan komoditas bawang merah di Kabupaten Serang.
Komoditas bawang merah di Kecamatan Lebak Wangi ini, akan direncanakan untuk diusulkan menjadi kampung Holtikultura, agar bawang merah bisa terus ditingkatkan secara bertahap, terencana dan berkelanjutan.
“Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen, Pemkab Serang dalam mengembangkan komoditas ini, telah mengusulkan calon penerima, lokasi dan CPCL ke Kementerian Pertanian, dengan total luasan sebesar 52,2 hektare. Usulan ini, bagian dari upaya Pemkab Serang untuk dapat mendukung pengembangan bawang merah,” ujarnya.
Dikatakan Febriyanto, pengembangan pertanian bawang merah tentunya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Pemkab Serang akan terus berupaya memberikan dukungan melalui program pembangunan pertanian, penyediaan sarana prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan inovasi dan teknologi pertanian.
“Disisi lain, keberhasilan juga sangat ditentukan oleh semangat kemandirian, dan partisipasi aktif dari para petani, saya mengajak para petani untuk dapat meningkatkan semangat dalam bertani. Kemudian, terus belajar, terbuka terhadap inovasi, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat kerjasama antara petani dan kelompok tani,” ucapnya.
Kata Febriyanto, kegiatan panen bawang merah ini juga sejalan dengan semangat program Ratu Tani Bahagia, sebagai salah satu upaya Pemkab Serang, untuk mendorong kemajuan dari sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Upaya ini juga menurutnya menjadi bagian dari kontribusi Kabupaten Serang, dalam mendukung program nasional untuk mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan, karena Kabupaten Serang memiliki potensi pertanian yang besar.
“Melalui program ini kita ingin mendorong pertanian Kabupaten Serang, agar semakin maju, produktif, moder dan berkelanjutan. Potensi ini harus terus kita jaga dan kembangkan bersama, saya optimis sektor pertanian Kabupaten Serang, akan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (*)










