RSUD Drajat Prawiranegara Serang Buka Layanan Salon Gratis Untuk Pasien Terapi Cuci Darah

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, memotong pita sebagai bentuk peresmian 10 mesin baru Hemodialisis, untuk terapi cuci darah di RSUD Dr Drajat Prawiranegara, Kamis 20 Agustus 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

 

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Drajat Prawiranegara Serang, bakal membuka layanan salon gratis yang dikhususkan untuk pasien terapi cuci darah.

Bacaan Lainnya

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian RSUD Dr Drajat Prawiranegara, kepada pasien terapi cuci darah, agar mereka tetap tenang dan optimis dalam menjalani pemulihan kesehatan, dengan merawat kesehatan mental dan juga kebahagiaan batin para pasien.

Hal itu disampaikan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, usai menghadiri acara HUT ke-88 RSUD Dr Drajat Prawiranegara, rumah sakit milik Pemkab Serang, di kantornya pada Kamis 20 Agustus 2026.

Zakiyah mengatakan, RSUD Dr Drajat Prawiranegara mempunyai inovasi baru berupa salon gratis bagi pasien terapi cuci darah, dengan tujuannya agar pasien merasa tenang serta rileks dalam menjalani terapi cuci darah.

“Fasilitas salon gratis ini adalah sentuhan empati agar para pasien tetap rileks, tenang, dan optimis saat menjalani pemulihan kesehatan, memberikan manfaat yang terbaik untuk masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” katanya.

Kata Zakiyah, proses terapi cuci darah membutuhkan waktu sampai empat jam lamanya, maka selama itulah pasien diberikan layanan salon secara gratis.

Nantinya para pasien akan dipijat, dibersihkan kakinya, tangannya, kukunya, hingga rambutnya pun ikut dibersihkan, namun ada jam tertentunya mereka bisa mendapat pelayanan salon gratis ini.

“Terapi cuci darah itu membutuhkan waktu lama sekitar empat jam, sembari pasien menunggu nantinya sambil dipijat dan dibersihkan mulai dari kaki sampai rambutnya. Salon gratis ini, tidak setiap hari namun ada waktu-waktu tertentu nanti dijadwalkan,” ujarnya.

Selain itu, kata Zakiyah, RSUD Dr Drajat Prawiranegara meresmikan 10 mesin Hemodialisis baru, yang kini menjadi 40 unit dari sebelumnya hanya 30 unit.

Penambahan ini dilakukan seiring dengan banyak permintaan cuci darah, maka ditambahkannya mesin baru agar penanganannya bisa cepat dan merata.

“Terapi cuci darah ini dibagi menjadi dua shift pagi dan sore, setiap harinya selalu full 40 pasien kalau dua shift berarti 80 pasien, setiap hari buka kecuali Minggu itu libur. Adanya penambahan ini, menjadi bukti nyata pemerintah daerah peduli pada kebutuhan masyarakat yang memerlukan terapi cuci darah,” ucapnya.

Dikatakan Zakiyah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menunjuk RSUD Dr Drajat Prawiranegara, sebagai rumah sakit jejaring pengampuan rujukan kanker, jantung, stroke, urologi serta kesehatan ibu dan anak atau KJSU KIA tingkat nasional.

“Penunjukan ini semakin memperkuat kedudukan RSUD Dr Drajat Prawiranegara, sebagai rumah sakit unggulan berbasis kompetensi,” tuturnya. (*)

 

Pos terkait