LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Dalam menghidupkan kelestarian budaya adat, SDN Kereo 7 kembali menghidupkan program ekstrakurikuler angklung di sekolah. Program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengenalkan seni musik tradisional kepada peserta didik sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya adat sejak usia dini.
Program ekstrakurikuler angklung dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar memainkan alat musik tradisional, tetapi juga dilatih membangun kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab serta memiliki rasa percaya diri saat tampil di hadapan publik.
Kepala Sekolah SDN Kereo 7, Nursiah, menjelaskan sekolah memandang pelestarian budaya sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Menurutnya, pembelajaran mengenai budaya akan lebih efektif apabila diterapkan melalui kegiatan praktik yang melibatkan siswa secara langsung.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui angklung sebagai alat musik tradisional, tetapi juga mencintai dan bangga terhadap budaya Indonesia. Pelestarian budaya harus dimulai sejak usia sekolah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.
Nursiah menuturkan, sekolah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kegiatan seni budaya sebagai wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat. Ia menyebut, program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Melalui ekstrakurikuler angklung, anak-anak belajar tentang kebersamaan, disiplin, dan saling menghargai. Semua nilai itu sangat penting untuk membentuk karakter mereka di masa depan,” katanya.
Menurutnya, antusiasme peserta didik mengikuti latihan angklung terus mengalami peningkatan. Ia mengatakan, sekolah juga berupaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan sekolah maupun pada acara di luar sekolah.
“Kami harap setiap penampilan menjadi pengalaman yang membanggakan bagi anak-anak. Disitu, mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan bermain angklung, tetapi juga ikut memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nursiah menilai keberhasilan program ekstrakurikuler angklung tidak terlepas dari dukungan guru, orang tua, serta seluruh warga sekolah. Ia menilai, melalui sinergi tersebut mampu menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk terus belajar dan mencintai budaya bangsa.
“Kami mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelestarian budaya. Jika anak-anak terus diberikan motivasi, saya yakin mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap warisan budaya Indonesia,” tuturnya.
Ke depan, melalui program ekstrakurikuler angklung, SDN Kereo 7 berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya adat. Dengan harapan kegiatan tersebut akan terus berkembang dan menjadi salah satu identitas yang membanggakan bagi SDN Kereo 7 dalam menjaga warisan budaya bangsa. (*)











