Dongkrak Ekonomi Pesisir, Pemkab Tangerang Latih Emak-Emak Sukadiri dan Mauk Bisnis Keripik Baby Crab

Pemkab Tangerang gelar pelatihan keripik baby crab di Sukadiri. Bupati Maesyal Rasyid langsung bagikan bantuan gerobak, kompor hingga modal UPDB.

​SUKADIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus bergerak nyata dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

 

Bacaan Lainnya

Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yang berkolaborasi dengan Bappeda dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Pemkab menggelar pelatihan kewirausahaan pembuatan keripik baby crab (kepiting anakan) sekaligus menyerahkan bantuan peralatan usaha modern.

 

​Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sukadiri pada Selasa siang, 23 Juni 2026, menyasar 65 pelaku usaha mikro kuliner. Rinciannya, 50 orang berasal dari Kecamatan Sukadiri dan 15 orang dari Kecamatan Mauk.

 

​Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan, pemerintah daerah bersama PKK memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

 

​”Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang saat ini mencapai 5,67 persen. Angka ini lebih tinggi dari Provinsi Banten dan nasional. Salah satunya berkat agenda pemberdayaan seperti hari ini,” ujar Maesyal Rasyid dalam sambutannya yang disambut antusias warga.

 

​Ia menambahkan, kehadiran pemerintah adalah untuk memastikan para ibu rumah tangga bisa mandiri, produktif dan memiliki penghasilan tambahan guna menaikkan status sosial keluarga mereka.

 

​Uniknya, pelatihan ini tidak sekadar memaparkan teori. Bersama narasumber ahli Dewi Fatimah, para peserta langsung melakukan simulasi dan praktik memasak keripik baby crab, mulai dari cara menggoreng hingga pencampuran bumbu yang pas dan higienis.

 

Hebatnya lagi, usai pelatihan, Pemkab Tangerang langsung membagikan bantuan fasilitas usaha yang konkret. Bantuan tersebut berupa 15 Unit Gerobak Modern (untuk pelaku usaha asal Kecamatan Mauk), kompor Rinnai, mixer dan blender.

 

​”Zaman sekarang jualan harus pintar. Selain memanfaatkan tempat ramai di depan rumah, Ibu-ibu harus bisa pakai aplikasi online. Sosialisasi via digital supaya pembeli tinggal pesan lewat HP,” pesan Bupati Maesyal, mengingatkan pentingnya adaptasi digital.

 

​Mendengar aspirasi warga yang mengkhawatirkan modal awal, Bupati Maesyal Rasyid langsung menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi pinjaman modal lunak tanpa agunan melalui Unit Pelaksana Teknis Dana Bergulir (UPDB).

 

​”Kita bantu modalnya nanti lewat usulan Pak Camat ke UPDB. Jangan terlalu besar biar tidak membebani, kisaran Rp5 juta sampai Rp10 juta tanpa agunan. Yang penting ibunya semangat, jangan kecil hati. Saya dulu waktu kecil juga sekolah sambil jualan es mambo dan manisan, jadi jangan pernah malu untuk memulai usaha,” tutur Bupati menyemangati.

 

​Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna Maemunah menjelaskan, wilayah pesisir Kabupaten Tangerang memiliki potensi perikanan luar biasa yang bisa disulap menjadi produk bernilai tambah tinggi.

 

​”Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan pengolahan produk keripik baby crab yang higienis dan berkualitas. Kami ingin menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal agar usaha mikro di Tangerang semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” jelas Anna.

 

​Ia juga memastikan seluruh pembiayaan program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang yang dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan UMKM. (*)

 

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait