Direktur MTI Ungkap Keunggulan Pabrik AMDK Tirta Al Bantani, Gunakan Teknologi Ozon Dapat Hilangkan Kotoran Dan Virus

Direktur MTI Ungkap Keunggulan Pabrik AMDK Tirta Al Bantani, Gunakan Teknologi Ozon Dapat Hilangkan Kotoran Dan Virus
Direktur PT Michigan Technology Indonesia Ruhamaben. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Direktur PT Michigan Technology Indonesia (MTI) Ruhamaben menyebutkan, keunggulan dari pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik PDAM Tirta Al Bantani, yang akan dibangun yaitu menggunakan teknologi air Ozon bukan Reverse Osmosis (RO).

Teknologi air Ozon ketika pengolahannya tidak sampai menghilangkan mineralnya, berbeda dengan teknologi RO yang mineralnya akan hilang.

Bacaan Lainnya

Sebab air RO berfokus pada penyaringan kontaminan fisik dan kimiawi, sedangkan air Ozon berfokus pada sterilisasi biologis untuk membunuh kuman dan bakteri.

“Airnya Insyaallah rasanya lebih enak karena pakai air Ozon, semua kotoran, warna zat besi, apalagi virus dan lain sebagainya bisa dihilangkan. Lalu tidak menghilangkan mineralnya, sebab mineral ini sangat dibutuhkan oleh badan kita jadi ini salah satu kelebihannya,” katanya, Minggu 7 Juni 2026.

Ruhamaben mengatakan, tidak hanya menggunakan teknologi air Ozon, kelebihan teknologi yang digunakan Michigan yaitu tidak butuh lahan yang luas, serta lebih cepat menghasilkan air dengan kualitas tinggi dan costnya lebih rendah.

Hanya saja teknologi yang digunakan relatif masih baru untuk PDAM se Indonesia, sebab mengubah teknologi bukan sesuatu yang mudah karena telah ada teknologi yang sudah ada dan mereka terbiasa.

“Kita siapkan alatnya untuk kapasitas 200 meter kubik per hari, masih pemula sifatnya dan nanti kita akan lihat pasarnya kalau bagus, kita akan tambahkan secara bertahap. Pabrik AMDK ini baru dilakukan dengan PDAM Tirta Al Bantani, sebagai pionir dan kami rencananya mau bangun juga di beberapa wilayah,” ujarnya.

Dikatakan Ruhamaben, progres pembangunan pabrik AMDK baru selesai proses perizinan PBG nya, setelah itu baru dimulai pembangunannya namun untuk beroperasinya belum bisa dipastikan kapan bisa dilakukan.

Karena perlu adanya perizinan lainnya yang harus lebih dulu terpenuhi sebelum beroperasi, seperti perizinan merk, SNI, BPOM, sertifikat halal, dan lain sebagainya.

“Semua izin tersebut bisa diproses setelah bangunannya berdiri, jadi lebih dulu dibangun pabriknya baru selesaikan perizinannya, agar izin sudah terinstalasi semua baru produksi dimulai. Memang butuh waktu cukup lama, namun kita berharap bisa secepatnya agar bisa beroperasi,” ucapnya.

Sedangkan untuk nilai investasi, kata Ruhamaben, saat ini masih dikira-kira karena situasinya sedang ada perang di Timur Tengah, lalu dolar dan harga sedang naik.

“Kami belum bisa memberikan angka besaran investasi update terakhir, karena semua sedang merangkak naik, nanti kita sampaikan setelah semuanya sudah normal,” tuturnya. (*)

Pos terkait