Harga Oli dan Sparepart Motor di Kabupaten Tangerang Naik Hingga 30 Persen

Salah satu pegawai bengkel di Tigaraksa, sedang mengganti oli.

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Gejolak geopolitik dunia yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah mulai dirasakan masyarakat hingga ke tingkat bengkel motor. Di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, harga oli dan sejumlah sparepart motor mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Pemilik bengkel, Atma, mengungkapkan harga oli yang sebelumnya dijual Rp55 ribu kini naik menjadi Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per botol. Kenaikan tersebut membuat biaya perawatan kendaraan pelanggan ikut bertambah.

Bacaan Lainnya

“Kalau oli dulu masih Rp55 ribu, sekarang sudah Rp65 ribu sampai Rp70 ribu. Kenaikannya sekitar Rp10 ribu lebih per botol,” kata Atma, Senin 1 Juni 2026.

Tak hanya oli, harga sparepart seperti kampas rem juga melonjak. Dari yang sebelumnya berkisar Rp40 ribu, kini mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per set.

“Kampas rem yang tadinya Rp40 ribuan sekarang sudah Rp65 ribu sampai Rp70 ribu. Hampir semua sparepart ada kenaikan,” ujarnya.

Menurut Atma, para distributor menyebut kenaikan harga tidak lepas dari meningkatnya harga minyak dunia akibat situasi geopolitik internasional. Kondisi tersebut berdampak pada biaya produksi, bahan baku, hingga distribusi barang.

Akibatnya, bengkel terpaksa menyesuaikan harga jual agar tetap bisa beroperasi. Namun, di sisi lain, kenaikan harga membuat sebagian pelanggan berpikir ulang untuk melakukan servis rutin.

Salah satu pelanggan, Basri, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga tersebut. Sebagai pengguna sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari, ia harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Kalau sekarang servis memang terasa lebih mahal. Ganti oli saja sudah naik, ditambah kalau harus ganti kampas rem. Mau tidak mau tetap dilakukan karena motor dipakai setiap hari,” ujar Basri.

Meski demikian, Basri berharap kenaikan harga tidak berlangsung lama sehingga biaya perawatan kendaraan bisa kembali terjangkau bagi masyarakat.

“Semoga gak terus naik, karena lumayan berdampak hingga ke sektor usaha kecil dan kebutuhan harian masyarakat. Semua lapisan masyarakat lagi sama-sama menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia,” ucapnya. (*)

Reporter: Dani

Pos terkait