MINA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dilaporkan mengalami situasi tidak menyenangkan akibat telantar saat menjalani prosesi Mabit (bermalam) di Mina, Arab Saudi.
Kondisi memprihatinkan tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar. Dalam video tersebut, tampak kerumunan jemaah haji Indonesia didominasi oleh lansia.
Kebingungan dan telantar di lorong maktab karena tidak mendapatkan kamar atau tenda untuk beristirahat. Perekam video menyebutkan bahwa para jemaah tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) JKB 12.
Ironisnya, fasilitas kamar yang seharusnya diperuntukkan bagi jemaah haji justru diduga diisi oleh pihak lain, seperti pekerja dapur dan orang luar.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Wawan Suhada, angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan yang mendalam munculnya insiden tersebut.
Menurutnya, hak para jemaah haji, khususnya para lansia, harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
“Jamaah Haji asal Banten Kabupaten Tangerang mengalami situasi tidak mengenakan ketika Mabit di Mina. Banyak lansia yang tidak kebagian kamar,” ujar Wawan Suhada dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Wawan menilai, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI memiliki keterbatasan dalam menjangkau dan mengover seluruh persoalan jemaah di lapangan.
Oleh karena itu, ia mendesak agar kuota Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) setiap tahunnya dapat dioptimalkan oleh Anggota DPRD tingkat provinsi maupun daerah guna menjalankan fungsi pengawasan langsung di Tanah Suci.
“Timwas Haji DPR RI tidak bisa mengover seluruhnya. Sudah saatnya jatah TPHD tiap tahun dimanfaatkan oleh Anggota DPRD sebagai fungsi pengawasan di Tanah Suci,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wawan menekankan pentingnya atensi khusus bagi kuota jemaah asal wilayahnya.
Tercatat ada sekitar 9.000 jemaah haji asal Banten yang membutuhkan perlindungan dan pengawasan ekstra agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“9.000 jamaah Haji asal Banten perlu diberikan pengawasan khusus,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dan Kementerian Agama diharapkan segera mengevaluasi manajemen maktab di Mina demi keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia, khususnya kelompok rentan dan lansia. (*)
Reporter: Zakky Adnan











