SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang mulai melakukan pembenahan sejumlah jalur alternatif menyusul penutupan akses jalan akibat pembangunan frontage flyover di kawasan Unyur, Kota Serang.
Kepala DPKP Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi, mengatakan perbaikan difokuskan di kawasan Perumahan Taman Mutiara Indah yang menjadi salah satu jalur penghubung masyarakat dari Kelurahan Trondol menuju pusat Kota Serang.
“Peninjauan ini dilakukan karena adanya penutupan jalan terkait pembangunan frontage Unyur, sehingga jalur-jalur alternatif yang menghubungkan Kelurahan Trondol dan Kota Serang, termasuk akses terowongan, harus dalam kondisi baik,” ujarnya,
Ia menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Serang untuk memastikan akses masyarakat tetap berjalan lancar selama proyek flyover berlangsung.
Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah titik jalan mengalami kerusakan dan genangan air sehingga membutuhkan penanganan segera.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota, sebelumnya kami sudah meninjau beberapa lokasi, dan hari ini fokus di Perumahan Taman Mutiara Indah. Memang ada beberapa titik jalan yang rusak dan itu akan segera kami perbaiki,” katanya.
Ibra menyebutkan, perbaikan jalan akan dilakukan menggunakan metode hotmix dengan panjang penanganan sekitar 100 meter. Selain itu, DPKP juga akan memperbaiki jembatan yang kondisinya rusak di kawasan tersebut.
“Selain hotmix jalan, ada juga jembatan yang akan dibongkar terlebih dahulu karena kondisinya rusak, termasuk salurannya, lalu diperbaiki kembali,” ucapnya.
Menurutnya, lebar jembatan yang akan diperbaiki sekitar enam meter dan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai bulan depan menggunakan anggaran pemeliharaan.
Ia menambahkan, jalur alternatif di kawasan Taman Mutiara Indah sebenarnya hanya memiliki satu akses utama. Namun terdapat sejumlah jalan lingkungan dan gang yang dapat dimanfaatkan warga sebagai akses keluar menuju jalan utama.
“Kondisi di gerbang utama memang sudah cukup rusak, banyak genangan air, sehingga perlu segera dilakukan penanganan,” pungkasnya. (*)











