CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan sejak Sabtu 4 April 2026 siang hingga malam memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Tercatat 11 titik banjir dan 9 lokasi longsor akibat cuaca ekstrem tersebut.
Meski sempat merendam permukiman dengan ketinggian air hingga hampir satu meter, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan seluruh genangan sudah surut pada Minggu 5 April 2026 siang WIB.
Sekretaris BPBD Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tersebut.
“Total ada 11 lokasi banjir dan 9 titik longsor,” kata Essa.
Ia merinci, banjir terjadi di antaranya di Komplek MA Pamulang Timur dengan ketinggian air 20–40 cm yang berdampak pada 90 kepala keluarga (KK).
Kemudian Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) RW 04 Pamulang Timur dengan ketinggian air 30–100 cm yang terdampak sekitar 300 KK. Banjir juga terjadi di Perum BPI Blok F Pamulang Barat, Jalan Ketapang Pamper, Jalan Akasia Pamulang Barat, Griya Jakarta 2, serta Perum Lembah Pinus yang terdampak sekitar 130 KK.
Selain itu, genangan juga terjadi di Perum Serpong Jaya, Serpong Terrace, Green Harmoni Kencana Loka Ciater, serta Perumahan Citra Prima 2 di Keranggan, Setu.
Selain banjir, BPBD juga mencatat sejumlah kejadian longsor, di antaranya di Jalan Sengkol, Kelurahan Muncul, Setu yang mengganggu akses jalan warga serta beberapa titik lain yang menyebabkan tembok rumah warga rusak.
Longsor juga dilaporkan terjadi di Keranggan, Buaran, Pamulang Timur, Pondok Benda, Kademangan hingga Villa Dago Tol di Ciater, Serpong yang sempat menutup akses jalan warga.
Komandan Peleton Satgas BPBD Tangsel Dian Wiryawan mengatakan wilayah yang paling terdampak banjir berada di Kecamatan Pamulang, terutama kawasan Perumahan BPI.
“Genangan paling parah terjadi di BPI RW 04 dengan ketinggian air sampai 100 cm dan berdampak sekitar 300 rumah,” ujarnya.
BPBD bersama instansi terkait terus memantau titik rawan banjir dan menyiagakan perahu karet untuk antisipasi evakuasi jika debit air kembali meningkat. Bantuan logistik juga telah disalurkan kepada warga terdampak.
Tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya juga ikut melakukan evakuasi warga di Perumahan BPI menggunakan perahu karet pada Sabtu malam.
Komandan Satbrimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengatakan respons cepat menjadi prioritas dalam penanganan bencana.
“Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga, terutama dalam kondisi darurat seperti banjir yang membutuhkan tindakan cepat,” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan longsor juga terjadi di Perumahan Villa Dago Tol, Serpong, akibat derasnya aliran air yang menggerus turap hingga ambrol dan menutup akses jalan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami terus memantau untuk mengantisipasi longsor susulan karena curah hujan masih tinggi,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor melalui layanan darurat jika terjadi kondisi membahayakan. (*)









