Haul Akbar ke-25 Abuya Dimyati Cilongok: Abah Entoh Tekankan Indahnya Takdir

Haul Akbar ke-25 Abuya Dimyati Cilongok: Abah Entoh Tekankan Indahnya Takdir
Ribuan jemaah padati Haul Akbar ke-25 Abuya Dimyati, Haul ke-5 Abuya Uci Turtusi dan Haul Keluarga Besar di Ponpes Al Istiqlaliyyah, Cilongok. Simak pesan mendalam Abah Entoh tentang indahnya takdir. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah memadati Pondok Pesantren Al Istiqlaliyyah, Cilongok, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dalam rangka Haul Akbar ke-25 Abuya Dimyati, Haul ke-5 Abuya Uci Turtusi, serta Haul Keluarga Besar Al Istiqlaliyyah pada Sabtu malam, 28 Maret 2026.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para kiai, pimpinan pesantren hingga Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyif dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, KH Tohawi Romli atau yang akrab disapa Abah Entoh menyampaikan pesan mendalam mengenai spiritualitas, ketatanegaraan hingga hakikat kehidupan.

Mengawali sambutannya, Abah Entoh menegaskan, Cilongok adalah rumah bagi seluruh umat Islam. Ia secara khusus menyambut jemaah yang datang jauh-jauh dari Banten, Bogor, Jakarta, hingga Jawa Barat seperti Tasikmalaya dan Garut.

“Kami warga Cilongok tidak menganggap jemaah yang datang tanpa undangan itu ilegal. Semuanya dihormati. Ini sudah menjadi rumah kita sendiri,” ujar Abah Entoh dengan hangat.

Di tengah suasana khidmat, Abah Entoh juga menyinggung kondisi sosial ekonomi masyarakat di awal tahun 2026. Ia mengajak jemaah untuk mempercayakan tata kelola negara kepada pemerintah sambil menyelipkan doa agar beban hidup rakyat diringankan.

“Kita percayakan kepada pemerintah untuk mengatur negara. Harapannya jelas, mudah-mudahan pupuk tidak mahal, bensin tidak naik, beras tidak naik, dan gaji naik!,” serunya yang disambut sorakan amin dari para jemaah.

Memasuki inti tausiyah, Abah Entoh mengutip ajaran mengenai tingkatan cinta kepada Sang Pencipta. Ia menjelaskan bahwa kenikmatan tertinggi seorang hamba bukanlah pada makanan atau pemandangan alam, melainkan pada penerimaan terhadap takdir.

“Yang paling indah dan paling nikmat itu adalah Takdir dari Allah Subhanahu Wa Taala. Laut itu indah, hutan itu indah, tapi tidak ada yang lebih indah daripada indahnya takdir,” tegasnya.

Menutup ceramahnya, Abah Entoh mengingatkan jemaah untuk tidak lalai dalam urusan ibadah wajib, terutama bagi mereka yang memiliki hutang puasa Ramadan karena udzur (halangan). Ia mengimbau agar segera melakukan qadha (mengganti) puasa di bulan Syawal ini.

“Di saat waktunya salat, ya harus salat. Jangan main-main. Mari kita nikmati indahnya takdir dengan ketaatan,” pungkasnya.

Acara Haul Akbar ini berakhir dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi para ulama serta seluruh jemaah yang hadir. (*)

Pos terkait