Manisnya Dodol Tenjo, Camilan Tradisional yang Tetap Diburu Warga Tangerang

Salah satu lapak dodol Tenjo di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. FOTO DANI MUKAROM

 

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dodol Tenjo masih menjadi salah satu camilan tradisional yang digemari masyarakat Tangerang. Di tengah banyaknya jajanan modern, dodol khas yang berasal dari daerah Tenjo ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati pembeli.

Bacaan Lainnya

Salah satu penjual dodol Tenjo, Yusuf (32), mengaku telah menekuni usaha ini selama lima tahun terakhir. Pria asal Tigaraksa itu memilih berjualan dodol karena melihat peminatnya yang masih cukup tinggi di wilayah Tangerang.

“Alhamdulillah masih banyak yang cari dodol Tenjo, apalagi buat oleh-oleh atau camilan keluarga,” kata Yusuf saat ditemui di lapaknya, Senin 16 Maret 2026.

Yusuf menjual dodol dengan beberapa pilihan ukuran dan harga, mulai dari Rp8 ribu, Rp15 ribu, hingga Rp25 ribu per bungkus. Dodol yang ia jual dibuat langsung di daerah Tenjo menggunakan bahan-bahan tradisional seperti beras ketan, gula aren, dan kelapa.

Proses pembuatan dodol yang masih mempertahankan resep tradisional membuat cita rasanya tetap khas. Teksturnya yang legit dengan rasa manis dari gula aren menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Dalam sehari, Yusuf bisa meraih omzet sekitar Rp500 ribu dari hasil berjualan sejak pagi hingga malam. Dari jumlah tersebut, ia mengaku memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp100 ribu per hari.

Meski demikian, penjualan biasanya meningkat saat akhir pekan. Menurut Yusuf, pada Sabtu dan Minggu omzetnya bisa mencapai Rp1 juta per hari.

“Kalau weekend biasanya lebih ramai. Banyak yang beli buat oleh-oleh atau dibawa pulang,” ujarnya.

Keberadaan pedagang seperti Yusuf menunjukkan bahwa jajanan tradisional seperti dodol Tenjo masih bertahan di tengah perubahan zaman. Selain menjadi sumber penghidupan bagi pedagang, dodol Tenjo juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang terus dijaga keberadaannya. (*)

 

Pos terkait