SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan, khususnya dengan menangani persoalan sampah rumah tangga melalui pembuatan lubang biopori.
Menurut Benyamin, sampah organik rumah tangga sebenarnya dapat dimusnahkan secara sederhana di lingkungan masing-masing. Salah satu cara yang didorong oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan adalah dengan membuat lubang biopori di rumah warga.
“Dalam rangka menjaga lingkungan ini, tentunya persoalan terdepan yang kita hadapi adalah persoalan sampah. Caranya, sampah-sampah organik rumah tangga bisa kita musnahkan di rumah masing-masing melalui pembuatan lubang biopori,” ujar Benyamin kepada Bantenekspres.co.id, Selasa Malam 10 Maret 2026.
Ia menargetkan hingga akhir Juni atau semester pertama tahun ini, yaitu sebanyak 54.000 rumah tangga di Tangerang Selatan telah membuat lubang biopori. Setiap rumah minimal memiliki satu lubang, namun pemerintah kota berharap warga dapat membuat lebih dari satu.
“Target Tangerang Selatan sampai bulan Juni ada 54.000 rumah tangga yang membuat lubang biopori. Minimal satu, syukur bisa dua, syukur bisa tiga,” katanya.
Selain upaya tersebut, Pemkot Tangsel juga tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengolah sampah menjadi energi listrik sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah.
Di kesempatan yang sama, Benyamin juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban lingkungan menjelang masa mudik serta memenuhi kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia juga menegaskan kepada aparatur sipil negara agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik.
“Saya tekankan kembali bagi PNS tidak membawa mobil dinas untuk mudik. Ini sudah saya sampaikan berkali-kali,” tegasnya. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi









