TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperketat pengawasan keamanan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026/1447 Hijriah. Sebanyak 200 lebih sampel makanan diuji dalam sidak di Pasar Anyar Tangerang, Rabu 1 Maret 2026.
Pengawasan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), BPOM, Dinas Kesehatan, Polres Metro Tangerang Kota, serta Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten.
Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan peredaran bahan pangan selama Ramadan hingga Lebaran.
“Lebih dari 200 sampel pangan kami ambil dari pedagang untuk diuji. Kami juga memastikan kemasan produk dalam kondisi baik dan tidak melewati masa kedaluwarsa,” kata Muhdorun.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap dua kategori, yakni pangan segar seperti sayuran, daging sapi, ayam, dan ikan, serta pangan olahan seperti mi basah, nugget, tempe, tahu, hingga ikan asin.
Dari hasil pengujian, hampir seluruh sampel dinyatakan aman dikonsumsi. Namun petugas tetap menindaklanjuti jika ditemukan bahan berbahaya.
“Hampir 100 persen sampel aman. Kalau ada temuan zat berbahaya, langsung kami lakukan pembinaan bersama Satpol PP dan kepolisian,” ujarnya.
Muhdorun juga mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli bahan pangan. Pemkot Tangerang sendiri telah menyediakan 21 Pojok Uji Keamanan Pangan di sejumlah pasar.
“Pojok uji ini bisa dimanfaatkan masyarakat maupun pedagang untuk memastikan pangan yang dijual dan dibeli aman,” pungkasnya. (*)










