Kondisi Di Balik Gunung Sampah TPA Cipeucang

Beberapa alat berat pengeruk sampah sedang beristirahat di atas tumpukan sampah TPA Cipeucang. Foto: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/bantenekspres.co.id

 

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Di bawah langit biru yang berarak awan putih terdapat beberapa alat berat di atas gunungan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang berlokasi di Jalan Kapling Nambo No.51, Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan inilah sebagai tempat pembuangan sampah terakhir.

Bacaan Lainnya

Dari kejauhan, bukit itu tampak seperti tanah biasa. Namun ketika mendekat, terlihat jelas bahwa bukit tersebut tersusun dari plastik, sisa makanan, kertas dan berbagai limbah rumah tangga. Aroma khas sampah bercampur tanah menyergap, menjadi penanda bahwa tempat ini adalah muara dari aktivitas jutaan orang.

Menurut pantauan Bantenekspres.co.id pada Selasa 10 Maret 2026, di atas tumpukan setinggi puluhan meter itu, terdapat ekskavator kuning dan hijau yang sedang beristirahat dari aktivitasnya. Kondisi TPA Cipeucang saat ini bukanlah sekadar tempat pembuangan. Melainkan menjadi sebuah saksi dari gaya hidup perkotaan. Setiap kantong plastik yang dibuang, setiap kemasan sekali pakai, pada akhirnya akan bermuara di tempat seperti ini.

Di sisi lain, dinding batu yang tersusun rapi terlihat menahan longsoran sampah agar tidak meluber ke area sekitar. Struktur itu menjadi pengingat bahwasanya pengelolaan sampah buka lagi perkara sederhana. Tanpa penanganan serius, gunung sampah bisa berubah menjadi ancaman bagi lingkungan.

Namun di balik tantangan tersebut, TPA juga menyimpan harapan. Berbagai upaya pengelolaan mulai dilakukan mulai dari penataan ulang lahan, pemilahan sampah, hingga rencana pengolahan menjadi energi. Harapannya, tempat ini tidak hanya menjadi akhir perjalanan sampah, tetapi juga awal dari solusi baru bagi kota.

Di tengah deru mesin ekskavator dan hamparan sampah yang luas, TPA Cipeucang seperti cermin bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap benda yang kita buang memiliki perjalanan panjang dan bahwa masa depan lingkungan sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan sampah hari ini dan mendatang dikemudian hari. (*)

 

Pos terkait