Bupati Tangerang Klaim Prevalensi Stunting Turun Jadi 6 Persen

Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah saat menyampaikan capai satu tahun kepemimpinan di Pendopo Bupati, Selasa 10 Maret 2026.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengklaim angka stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan signifikan dalam setahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, prevalensi stunting turun dari 7,7 persen atau sekitar 17.154 balita menjadi 6 persen atau 12.388 balita.

Bacaan Lainnya

Menurut Maesyal Rasyid, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai program intervensi kesehatan yang terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, terutama dalam penanganan gizi ibu dan anak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi bagi kelompok rentan. Tercatat sebanyak 7.620 balita serta 1.250 ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK) telah menerima bantuan makanan bergizi untuk meningkatkan status kesehatan mereka.

“Pemerintah daerah juga memperluas jangkauan layanan kesehatan melalui berbagai program. Salah satunya melalui cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang saat ini telah menjamin 100,49 persen penduduk Kabupaten Tangerang atau sekitar 3.533.206 jiwa mendapatkan perlindungan kesehatan, ” kata Maesyal, Selasa 10 Maret 2026.

Program pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), tercatat sebanyak 1.381.215 warga telah memanfaatkan layanan tersebut atau mencapai 110 persen dari target yang ditetapkan.

“Pemkab Tangerang juga menghadirkan program MMR GEMILANG (Mendekatkan dan Menjamin Kesehatan Rakyat) untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini telah melayani setidaknya 3.457 warga di berbagai wilayah, ” ucapnya.

Untuk mempercepat pelayanan kesehatan, kata Maesyal, pemerintah daerah turut menambah 38 unit ambulans yang disebar di sejumlah wilayah guna mendukung penanganan keadaan darurat. Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi terhadap 35 puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) agar kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat.

“Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ia berharap berbagai langkah yang telah dilakukan dapat terus mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak di daerah tersebut. “Ini angkanya bukan rekayasa,” katanya.

Selain itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta kepada masyarakat yang menemukan tetangga atau warga Kabupaten Tangerang yang sakit dan tidak tertangani untuk menghubungi pihaknya.

“Saya dengan pak Bupati sangat responsif terkait keluhan masyarakat, Kadang-kadang kita luput dan ada yang terlewat, ” ucapnya. (*)

 

Pos terkait