Jalan Lingkungan Rusak dan Kerap Banjir, Warga Kampung Gaga Pertanyakan Anggaran Desa Tanjung Pasir

Kondisi jalan kampung Gaga, Desa Tanjung pasir, Kecamatan Teluknaga yang rusak parah dan belum di perbaiki sampai saat ini. Foto warga Tanjung Pasir for Bantenkspres.co.id

TELUKNAGA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Warga Kampung Gaga, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah desa. Kerusakan tersebut disebut sudah berlangsung lebih dari dua tahun tanpa adanya tindakan perbaikan dari pihak desa.

Selain jalan yang rusak, warga juga mengeluhkan kondisi saluran air yang tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, ketika hujan turun, kawasan permukiman warga kerap mengalami genangan bahkan banjir karena air tidak mengalir dengan lancar.

Bacaan Lainnya

Menurut warga, berbagai keluhan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada Kepala Desa Tanjung Pasir Arun. Namun, hingga kini belum ada realisasi perbaikan yang jelas.

Salah satu warga Kampung Gaga, Husain, mengaku masyarakat sudah cukup lama menunggu adanya perbaikan infrastruktur di lingkungan mereka. Ia mengatakan, setiap kali warga menanyakan soal perbaikan jalan maupun drainase, jawaban yang diberikan oleh pihak desa hanya janji yang terus ditunda.

“Kami sudah sering menanyakan ke pihak desa soal perbaikan jalan dan saluran air. Tapi jawabannya selalu nanti-nanti saja. Sudah lebih dari dua tahun kondisi jalan seperti ini dan belum ada perbaikan,” ujar Husain kepada Bantenekspres.co.id, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang rusak sangat menyulitkan aktivitas warga sehari-hari. Terlebih saat musim hujan, jalan menjadi becek dan dipenuhi genangan air karena saluran air di sekitar lingkungan juga mengalami kerusakan.

“Kalau hujan, jalan ini banjir karena saluran air juga rusak dan tidak diperbaiki. Warga jadi kesulitan beraktivitas,” katanya.

Husain juga menyoroti pelayanan Pemerintah Desa Tanjung Pasir yang dinilai kurang responsif terhadap keluhan masyarakat. Menurutnya, hingga saat ini warga belum melihat adanya gebrakan nyata dari pemerintah desa dalam melakukan pembangunan lingkungan.

“Kami sebagai warga merasa tidak pernah melihat ada pembangunan lingkungan yang jelas. Jalan rusak dibiarkan, saluran air juga tidak diperbaiki,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Husain mempertanyakan penggunaan anggaran desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas lingkungan masyarakat.

“Anggaran desa Tanjung Pasir itu sebenarnya digunakan untuk apa? Sampai sekarang kami tidak melihat adanya pembangunan yang signifikan di lingkungan kami,” tegasnya.

Ia juga mengaku sebagian warga merasa enggan untuk kembali mempertanyakan persoalan tersebut karena khawatir mendapat respons kurang baik dari pihak desa.

“Kalau ditanya ke lurah, kadang malah marah dan warga yang bertanya dianggap seperti musuh. Padahal kami hanya ingin lingkungan diperbaiki,” ujarnya.

Husain mewakili warga berharap agar pihak berwenang dapat turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran Desa Tanjung Pasir, sehingga pembangunan yang dibutuhkan masyarakat dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap pihak berwenang bisa memeriksa penggunaan anggaran desa, karena sampai sekarang warga tidak melihat adanya pembangunan yang nyata di lingkungan kami,” tutupnya. (*)

Pos terkait