Marak Pedagang Online Membuat Retribusi Pasar Tak Tercapai

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Maraknya pedagang online menjadi salah satu penyebab tak tercapainya retribusi pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Sehingga Diskoumperindag Kabupaten Serang kini sedang melakukan beberapa upaya, supaya penerimaan retribusi pasar bisa naik lagi di tahun ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat mengatakan, penerimaan retribusi pasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, karena dalam beberapa tahun terakhir targetnya kerap tidak tercapai.

Menurutnya ada beberapa faktor penyebabnya yang salah satunya maraknya pedagang online, membuat masyarakat banyak juga yang tidak perlu belanja langsung ke pasar.

“Makanya kita lagi berupaya nih supaya bisa naik lagi penerimaan retribusi pasar ini, semoga saja di tahun ini targetnya bisa tercapai,” katanya, Selasa 3 Maret 2026.

Adang mengatakan, akibat banyaknya yang kini berjualan secara online membuat pedagang yang di pasar, banyak juga memutuskan untuk tidak lagi berjualan beralih juga ke online.

Meski begitu untuk kunjungan pasar masih ada, namun tidak seramai dahulu yang bahkan sampai pernah membludak.

“Sekarang mah pengen serba mudah, makanya ini kendala yang dialami pasar tradisional, bahkan pedagangnya saja ada yang tidak berjualan dan ada juga yang memilih ikut berjualan online,” ujarnya.

Dikatakan Adang, target retribusi pasar yang ada di Kabupaten Serang mencapai Rp1,4 miliar dan diupayakan akhir 2026 ini dapat tercapai.

Sehingga dirinya berharap para pedagang terus intensif untuk berjualan, agar kemudian pasar bisa kembali ramai dan retribusi bisa tercapai.

“Insyaallah bisa tercapai retribusi pasar di akhir tahun ini, meskipun tinggi targetnya namun kita akan terus berupaya,” ucapnya. (*)

Pos terkait