Hasil Tes Urine Pegawai BNN Kota Tangsel, Semuanya Negatif

Kepala BNN Kota Tangsel Satrya Ika Putra menunjukkan hasil tes urine seusai mengikuti tes urine bagi seluruh pegawai BNN Kota Tangsel. BNN Kota Tangsel For Bantenekspres.co.id

SETU,BANTENEKSPRES.CO.ID – Seluruh pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel menjalani tes urine pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala BNN Kota Tangsel, Satrya Ika Putra, seusai apel pagi.

Satrya mengatakan, tes urine dilaksanakan sebagai tindak lanjut perintah berjenjang dari pimpinan BNN RI agar seluruh jajaran BNN provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia melakukan tes urine secara serentak.

Bacaan Lainnya

“Kemarin (Senin) setelah apel pagi, seluruh pegawai kami kumpulkan di aula untuk melaksanakan tes urine. Ini merupakan perintah berjenjang dari pimpinan agar seluruh jajaran BNN di Indonesia melaksanakan tes urine serentak,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 3 Maret 2026.

Satrya menambahkan, sebanyak 38 pegawai mengikuti tes tersebut, terdiri dari Kepala BNNK, personel dari unsur Polri, kejaksaan, PNS BNN, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Dari hasil pemeriksaan, seluruh pegawai dinyatakan negatif narkoba. Namun, terdapat dua pegawai yang hasilnya terdeteksi mengandung benzodiazepine (benzo),” tambahnya.

Satrya menjelaskan, kedua pegawai tersebut merupakan pasien dokter dan mengonsumsi obat sesuai resep medis.
“Semua hasilnya negatif. Memang ada dua orang yang terdeteksi mengandung benzo, tetapi itu karena sedang menjalani pengobatan dan sesuai resep dokter,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan tes urine ini merupakan bagian dari komitmen BNN dalam menjaga integritas internal sebelum melakukan upaya pemberantasan narkoba di masyarakat.

“Pimpinan menginginkan sebelum kita membersihkan orang lain, kita harus bersih terlebih dahulu. Kalau sapunya kotor, bagaimana bisa membersihkan lantai dengan baik,” tegasnya.

Satrya mengungkapkan, tes urine bagi pegawai BNN merupakan agenda rutin yang dilakukan secara berkala, baik secara acak maupun terjadwal. Tes tersebut bertujuan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika.

“Termasum menjaga integritas dan profesionalisme pegawai BNN dalam menjalankan tugasnya,” tutup. (*)

Pos terkait