SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan jalan di sejumlah wilayah. Hasil pengaduan warga dan pemantauan tim di lapangan mencatat sedikitnya empat titik kerusakan yang kini menjadi prioritas penanganan.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan kerusakan tersebar di Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Serang, di antaranya wilayah Kaligandu dan beberapa lokasi lainnya.
“Berdasarkan hasil pengaduan masyarakat dan pemantauan tim DPUPR, ada kurang lebih empat titik kerusakan. Lokasinya di Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Serang, di antaranya Kaligandu dan beberapa titik lain yang tersebar,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Iwan, penanganan yang dilakukan bersifat pemeliharaan, menyesuaikan kondisi kerusakan di masing-masing titik. Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,8 miliar dari APBD Kota Serang tahun ini untuk kegiatan tersebut. “Ya, sifatnya pemeliharaan. Tahun ini sekitar Rp4,8 miliar dari APBD Kota Serang,” katanya.
Ia menjelaskan, panjang jalan yang diperbaiki tidak ditentukan secara seragam, melainkan berdasarkan tingkat kerusakan di lapangan. “Tergantung kondisi kerusakan. Kalau yang rusaknya 300 meter, ya kita kerjakan 300 meter. Tidak mungkin dipaksakan satu kilometer. Jadi sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini, sekitar 82 persen ruas jalan di Kota Serang berada dalam kondisi baik dan layak dilalui, sementara sekitar 18 persen lainnya masih membutuhkan perbaikan. DPUPR menargetkan porsi jalan dalam kondisi baik terus meningkat seiring pekerjaan betonisasi yang berjalan.
“Insya Allah di 2026 akan berkurang lagi karena sudah banyak pekerjaan betonisasi. Untuk benar-benar optimal mungkin di 2027, itu juga hasil diskusi dengan Pak Wali dan Pak Inspektur soal kebutuhan anggaran ideal,” katanya.
Pelaksanaan pemeliharaan sejatinya telah dimulai sejak awal tahun. Namun, DPUPR tetap mempertimbangkan faktor cuaca agar hasil pekerjaan lebih maksimal, mengingat saat ini masih musim hujan.
“Sebenarnya dari awal tahun sudah berjalan. Tapi kami juga mengkaji kondisi cuaca. Jangan sampai baru selesai diperbaiki, turun hujan lalu rusak lagi,” ucapnya.
Ia pun meminta masyarakat bersabar dan memahami proses yang sedang berjalan, termasuk dalam rangka kesiapan jalur menjelang arus mudik. “Kami paham masyarakat ingin segera diperbaiki. Tapi mohon bersabar, karena kami juga mempertimbangkan agar pekerjaan lebih tahan lama,” tandasnya. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra











