Unik! Romako, Inovasi Kopi Robusta Banten Dipadu Buah Mangrove Tangerang

Unik! Romako, Inovasi Kopi Robusta Banten Dipadu Buah Mangrove Tangerang
Kenali Romako, inovasi kopi unik asal Tangerang yang memadukan Robusta Banten dengan buah mangrove. Praktis, legal, dan sudah bersertifikasi Halal. Foto: Pengiat Kopi Lokal Banten for Banteneskpres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kreativitas pegiat kopi lokal kembali melahirkan produk inovatif yang mencuri perhatian. Sebuah produk bernama Romako (Robusta Mangrove Kopi) hadir menawarkan sensasi baru bagi para penikmat kopi dengan memadukan biji kopi Robusta khas Banten dengan buah mangrove asli pesisir Tangerang.

Salah seorang pegiat kopi di balik produk ini, Agus menjelaskan, ide pembuatan Kopi Mangrove ini berawal dari keinginan untuk mengangkat potensi hutan mangrove yang melimpah di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

Melalui brand Kopi Hijau Hitam, ia berhasil mengolah kekayaan alam tersebut menjadi minuman siap saji yang praktis.

“Kami ingin memperkenalkan inovasi karya anak lokal yang mengangkat produk kopi khas lokal Robusta Banten dipadukan dengan potensi hutan mangrove yang kami miliki,” ujar Agus saat memperkenalkan produknya.

Selain keunikan rasanya, Romako juga mengedepankan kualitas dan keamanan konsumsi.

Agus menegaskan bahwa produk inovasi ini telah melewati berbagai tahapan sertifikasi resmi.

Saat ini, Kopi Hijau Hitam telah mengantongi izin P-IRT, sertifiksi Halal hingga pendaftaran Merek.

Tak hanya itu, produk ini juga telah melalui uji laboratorium untuk memastikan standar kualitasnya tetap terjaga sebelum sampai ke tangan konsumen.

Untuk memudahkan para pecinta kopi, Romako hadir dalam kemasan 100 gram dengan konsep drip bag coffe.

Format ini memungkinkan konsumen menikmati kopi berkualitas “ala kafe” di mana saja tanpa perlu alat seduh yang rumit.

“Kopi ini kami sebut Romako. Perpaduan Robusta Banten dan buah mangrove Tangerang ini menciptakan cita rasa yang berbeda. Semoga sahabat kopi bisa merasakannya dengan nikmat,” tambah Agus.

Hadirnya Romako diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah kuliner lokal, tetapi juga menjadi bukti bahwa potensi hutan mangrove bisa dikembangkan secara kreatif untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah. (*)

Pos terkait