SDN Jeungjing I Biasakan Siswanya Membaca Al-Qur’an

SDN Jeungjing I Biasakan Siswanya Membaca Al-Qur’an
Siswa SDN Jeungjing I, setiap pagi membaca Al-Qur'an sebagai pembiasaan terhadap siswa saat bulan Ramadan. Foto Randy/Bantenekspres.co.id

CISOKA,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Jeungjing I, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, terus menanamkan nilai-nilai religius kepada para siswa melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan saat bulan Ramadan, tetapi juga menjadi aktivitas harian pada bulan-bulan biasa sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Bacaan Lainnya

Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa diajak untuk membaca Al-Qur’an bersama di kelas masing-masing dengan bimbingan guru. Suasana khidmat terlihat saat siswa melantunkan ayat suci, menciptakan lingkungan belajar yang religius sekaligus menenangkan.

Kepala SDN Jeungjing I Tri Wahyuni mengatakan, bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam membangun karakter spiritual siswa sejak usia dini.

“Pembiasaan membaca Al-Qur’an ini memang bukan hanya dilakukan saat Ramadan saja. Sejak lama kami sudah menjadikannya sebagai kegiatan rutin agar anak-anak terbiasa membaca dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Tri Wahyuni kepada Banteneskpres.co.id, Minggu 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut sekolah ingin menanamkan nilai kedisiplinan, akhlak mulia, serta kebiasaan positif yang dapat terus dibawa siswa hingga di luar lingkungan sekolah.

“Tujuan kami bukan sekadar agar siswa bisa membaca, tetapi juga memahami bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Dengan membiasakan sejak kecil, diharapkan nilai-nilai kebaikan bisa tertanam dalam keseharian mereka,” katanya.

Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk semakin meningkatkan semangat siswa dalam membaca Al-Qur’an karena pahala yang diperoleh berlipat ganda.

“Di bulan Ramadan, anak-anak kami dorong lebih semangat lagi. Mereka kami beri pemahaman bahwa membaca Al-Qur’an di bulan suci memiliki keutamaan besar dan bisa menambah pahala,” jelasnya.

Tri Wahyuni juga menuturkan, bahwa antusiasme siswa terlihat meningkat selama Ramadan. Banyak siswa yang secara sukarela membaca Al-Qur’an lebih lama, bahkan sebelum jam pelajaran dimulai.

“Kami melihat perubahan yang sangat positif. Anak-anak menjadi lebih tenang, lebih sopan, dan suasana sekolah juga terasa lebih religius. Ini menjadi bukti bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an membawa dampak baik,” ungkapnya.

Ia berharap kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan siswa di rumah bersama keluarga.

“Kami berharap orang tua juga ikut mendukung dengan mengajak anak membaca Al-Qur’an di rumah. Jika sekolah dan keluarga berjalan seiring, maka pembentukan karakter anak akan semakin kuat,” tutupnya. (*)

Pos terkait