TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID — Sopir truk trailer pengangkut sekoci yang terlibat kecelakaan dengan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta di perlintasan rel dekat Stasiun Poris, Kota Tangerang, dipastikan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Kanit Laka Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman mengatakan, hasil tersebut diketahui setelah pihak kepolisian melakukan tes urine terhadap sopir dan kenek truk.
“Hasil uji urine sopir menunjukkan positif amphetamine dan methamphetamine, sedangkan keneknya negatif,” kata Badruzzaman saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/2/2026).
Menindaklanjuti hasil tersebut, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota menyerahkan sopir kepada Satuan Reserse Narkoba untuk menjalani proses rehabilitasi.
Sementara itu, proses penyelidikan kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel kereta dekat Stasiun Poris pada Jumat (20/2) pekan lalu masih terus berjalan.
“Yang bersangkutan sudah kami limpahkan ke pihak narkoba untuk direhabilitasi. Proses BAP akan kami lanjutkan di sana,” ujarnya.
Menurut Badruzzaman, pemeriksaan terhadap sopir tetap dilakukan selama masa rehabilitasi guna mempercepat proses hukum, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.
“Setelah selesai rehabilitasi, proses hukum terkait kasus kecelakaan lalu lintasnya akan dilanjutkan,” tambahnya.
Dalam peristiwa itu, truk trailer yang membawa sekoci berukuran besar diketahui berangkat dari wilayah Legok, Kabupaten Tangerang, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Polisi masih mendalami motif dan penyebab kecelakaan yang sempat mengganggu mobilitas masyarakat tersebut.
Akibat kejadian itu, sebanyak 33 perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta dan 16 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Duri–Tangerang dibatalkan. Selain itu, 18 perjalanan Commuter Line Tangerang harus direkayasa dengan pola operasi hanya sampai Stasiun Rawa Buaya sebelum kembali ke Stasiun Duri.
Badruzzaman menjelaskan, truk trailer tersebut merupakan kendaraan jasa pengiriman barang, sedangkan sekoci yang diangkut berasal dari pihak yang berbeda dengan sopir.
Sebelumnya, polisi menduga adanya unsur kelalaian yang menyebabkan terhambatnya arus lalu lintas di Jalan Maulana Hasanudin, baik dari arah Jakarta menuju Tangerang maupun sebaliknya.
Kontainer pengangkut sekoci berwarna oranye diduga menerobos palang pintu perlintasan kereta di Stasiun Poris meski telah ada peringatan dari petugas jaga.
Namun bunyi sirene yang sudah terdengar tidak diindahkan oleh sopir, sehingga tabrakan dengan kereta tidak dapat dihindari.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait dugaan kelalaian tersebut.
“Kami lakukan pendalaman terkait kelalaian dalam proses penyelidikan lebih lanjut dan tetap kami proses,” ujarnya.
Dalam kecelakaan itu, truk pengangkut sekoci mengalami kerusakan cukup parah setelah ditabrak KA Bandara Soekarno-Hatta.
Sekoci yang diangkut berukuran besar berbentuk lingkaran dengan bagian tengah menyerupai piringan tipis. Pada bagian sekelilingnya terdapat tali putih dan empat jendela persegi.
Di sisi badan sekoci juga terdapat tulisan Pertamina beserta logo perusahaan, serta keterangan PHE ONWJ, yakni Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi yang mengelola eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Laut Jawa. (*)











