BATUCEPER,BANTENEKSPRES.CO.ID – Operasional Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tangerang-Duri lumpuh total setelah Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta mengalami kecelakaan di perlintasan rel dekat Stasiun Poris, Kota Tangerang, Banten, Jumat 20 Februari 2026 sekitar pukul 06.07 WIB.
Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 07.50 WIB, perjalanan KRL dari arah Poris, Kalideres hingga Duri belum beroperasi melayani penumpang. Jalur yang terdampak berada di antara Stasiun Batuceper dan Stasiun Poris.
Kereta yang terlibat kecelakaan tampak miring ke sisi kiri rel. Bagian belakang gerbong KA Bandara juga menutup perlintasan, menyebabkan arus kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Cipondoh menuju Jalan Daan Mogot tidak dapat melintas.
Puluhan petugas gabungan terlihat berada di lokasi untuk melakukan proses evakuasi badan kereta yang masih berada di tengah jalur. Sterilisasi area dilakukan guna memastikan keamanan sebelum jalur kembali difungsikan.
Seorang warga sekitar, Sunarsih, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat KA Bandara melintas dari arah Duri menuju Batuceper.
“Pagi tadi tiba-tiba ada suara gedebuk kencang banget bikin semua orang kaget, enggak tahunya ada kereta nabrak truk,” ujarnya.
Menurutnya, saat itu sebuah truk yang diduga mengangkut benda berwarna oranye, yang disebut-sebut sebagai sekoci, tengah mengantre melintasi perlintasan menuju arah Jalan Raya Daan Mogot.
Namun kepadatan arus lalu lintas membuat kendaraan melambat hingga akhirnya tertabrak kereta dan terseret sekitar 20 meter.
“Saya enggak tahu benda apa yang dibawa truk itu, cuma kata orang-orang itu semacam UFO, entah benar atau tidak,” sambungnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun PT KAI belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Petugas di lokasi menyatakan area masih disterilkan untuk kepentingan evakuasi.
“Sekarang wilayah ini lagi steril dulu untuk proses evakuasi, nanti ya,” ujar salah seorang petugas KAI di lokasi. (*)











