SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID — Sebanyak 150 pedagang meramaikan bazar Ramadan di halaman Masjid Agung Ats-Tsauroh selama bulan suci 1447 Hijriah. Kegiatan yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) itu menjadi pusat transaksi takjil setiap sore.
Sejak pukul 16.00 WIB, warga mulai memadati area bazar untuk membeli makanan berbuka. Menjelang azan Magrib, seluruh lapak dipenuhi pembeli. Aneka menu dijajakan, mulai dari gorengan, kolak, lauk siap santap hingga minuman segar.
Ketua DKM Masjid Agung Ats-Tsauroh, Khaeroni, mengatakan seluruh kuota lapak terisi sejak awal pendaftaran. Menurutnya, bazar ini rutin digelar setiap Ramadan untuk memberi ruang usaha bagi pelaku UMKM.
“Total ada 150 tenan dan semuanya terisi. Antusiasme pedagang dan pembeli cukup tinggi,” ujar Khaeroni, Minggu 22 Februari 2026.
Ia menambahkan, pengelola memberikan fasilitas parkir gratis bagi pedagang yang berjualan di dalam kawasan masjid. Sementara pengunjung mengikuti aturan parkir yang berlaku di lokasi.
Salah satu pedagang, Itoh, mengaku penjualannya meningkat selama mengikuti bazar Ramadan. Ia menyiapkan dagangan sejak pagi sebelum dibawa ke lokasi pada siang hari. “Biasanya menjelang Magrib dagangan hampir habis,” katanya.
Hal serupa disampaikan Akmal, mahasiswa yang membantu usaha keluarganya selama Ramadan. Ia menilai jumlah pembeli stabil setiap hari meski area bazar terasa lebih padat akibat penyesuaian tata letak lapak.
“Cukup ramai tiap hari. Memang agak susah kalau lalu lalang karena lebih sempit, tapi tetap ramai pembeli,” ujarnya.
Bazar Ramadan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Kota Serang selama bulan puasa. (*)











