TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyoroti kebiasaan warga yang masih membuang sampah rumah tangga ke sungai. Menurutnya, hal itu turut memperparah dampak bencana banjir di Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu.
Ia menyebut, selain faktor tanggul yang jebol, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi pemicu tersumbatnya aliran air saat curah hujan tinggi.
“Kalau kita melihat ini banjir memang siklus 4–5 tahunan. Tanggul banyak yang jebol. Tapi di sisi lain, masyarakat sendiri juga buang sampahnya seenaknya di sungai,” ujarnya, Jum’at 20 Februari 2026.
Intan menuturkan, koordinasi seluruh stakeholder pun harus dilakukan secara menyeluruh dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar penanganan sampah berjalan terintegrasi.
“Bukan cuma melarang, tapi mereka harus tahu di mana tempat buangnya,” katanya.
Ia mendorong para ibu rumah tangga di Kabupaten Tangerang agar lebih kreatif dan mampu mengelola sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Pengelolaan limbah berbasis komunitas, kata dia, bisa menjadi solusi ganda, mengurangi pencemaran sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
“Sekarang banyak perempuan-perempuan kreatif yang bisa mengelola sampah menjadi barang yang bisa dijual atau menjadi komoditas yang menghasilkan ekonomi,” ujarnya. (*)











