SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah, terutama dalam memperluas akses produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Ekonomi Budi Santoso mengatakan, koperasi merupakan gerakan sosial ekonomi berbasis gotong royong yang relevan untuk menjawab tantangan pemerataan dan kemandirian ekonomi.
“Koperasi sebagai gerakan sosial ekonomi berbasis gotong royong dapat menjadi fondasi kemandirian ekonomi daerah serta instrumen pemerataan jika dikelola secara modern, transparan, dan akuntabel,” katanya, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menegaskan, koperasi tidak boleh berjalan secara konvensional tanpa inovasi. Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan pasar, koperasi harus tampil sebagai agregator dan penguat posisi UMKM.
“Koperasi mampu menjadi agregator akses produk UMKM, memperkuat rantai pasok lokal, menyediakan permodalan melalui koperasi simpan pinjam, serta meningkatkan daya tawar anggota di pasar,” ujarnya.
Pemprov Banten berharap peran Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Banten semakin aktif dalam melakukan pendampingan dan edukasi kepada koperasi di kabupaten/kota.
“Kami berharap Dekopinwil Banten aktif melakukan pendampingan, edukasi, serta memfasilitasi integrasi koperasi-koperasi di Banten dengan ekosistem digital dan Koperasi Desa Merah Putih,” tuturnya.
Ia mengaku perkembangan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2026. Dari total 1.551 unit yang direncanakan, sebanyak 828 lokasi atau 53 persen telah memiliki lahan terdata, sementara 723 lokasi atau 47 persen masih belum terdata.
Data ini, menurut Budi, menjadi dasar percepatan koordinasi lintas daerah agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih benar-benar menjadi simpul distribusi kebutuhan pokok dan produk lokal masyarakat. (*)
Reporter: Syirojul Umam










