TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Perkumpulan Boen Tek Bio menggelar pentas seni budaya dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek. Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari Seni Tari, Rampak Tambur, Tari Wu Shu, tarian modern, hingga drama liong dan barongsai, sebagai bagian dari doa dan kebersamaan menyongsong tahun yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Ketua pengurus perkumpulan Boen Tek Bio, Rubi Santamoko menyampaikan harapan agar perayaan Imlek ini membawa keberkahan dan kemajuan, baik bagi anggota perkumpulan maupun masyarakat secara luas. Doa juga dipanjatkan agar di tahun mendatang masyarakat dijauhkan dari berbagai musibah serta bangsa Indonesia tetap maju dan jaya.
“Semoga di tahun 2026 kita mendapatkan keberkahan, mendapatkan kemajuan, dan dihindari dari segala musibah. Kami juga berharap NKRI tetap maju dan jaya,” ujarnya dalam sambutannya (17/02).
Selain pertunjukan seni, panitia juga menghadirkan ratusan lampion sebagai simbol doa dan harapan. Tercatat sekitar 720 lampion dipasang di area kegiatan. Lampion yang telah terisi nama menandakan doa yang telah dititipkan, sementara lampion yang belum bertuliskan nama menunjukkan masih tersedia.
“Satu lampion ini nilainya satu sepeceng atau sekitar Rp300 ribu. Lampion-lampion tersebut menjadi simbol harapan bagi yang berpartisipasi,” sampainya.
Dalam rangkaian acara tersebut, Boen Tek Bio juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi pengunjung. Makanan seperti nasi uduk disiapkan untuk dinikmati bersama, disertai fasilitas foto booth guna mengabadikan momen perayaan Imlek. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WIB.
Pentas seni ini diharapkan dapat menjadi sarana kebersamaan sekaligus pelestarian seni dan budaya, khususnya dalam momentum perayaan Imlek yang sarat makna.
Adapun rangkaian pertunjukan yang ditampilkan meliputi Rampak Tambur, Tari Wu Shu, tarian modern, serta drama liong dan barongsai yang dibawakan oleh tim TNHB. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan antusias dari pengunjung yang memadati lokasi kegiatan hingga malam hari. (*)











