TANGERANG,BANTENEKSPRES..CO.ID – Kawasan Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, dipenuhi lautan manusia pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota hingga luar daerah tumpah ruah menghadiri gelaran Tangerang Bersolawat yang menghadirkan ulama karismatik asal Pekalongan, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.
Gelaran Tangerang Bersolawat tersebut dihadiri Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan dan jajaran Forkominda serta Kepala OPD di lingkup Pemkot Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam sambutannya menekankan, kehadiran ribuan jemaah bukan sekadar untuk menyemarakkan seremoni ulang tahun kota, melainkan bentuk ketulusan niat untuk mencari ketenangan batin.

“Kita hadir tidak hanya untuk menyemarakkan HUT ke-33 Kota Tangerang saja, tapi juga untuk menenangkan hati, melapangkan dada, dan menyatukan doa melalui lantunan solawat,” kata Sachrudin di hadapan para jemaah.
“Ini adalah ruang bersama untuk memohon keberkahan bagi kota yang kita cintai,” sambungnya.
Sachrudin menyampaikan, kemajuan sebuah kota tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik semata. Menurutnya, aspal dan beton harus dibarengi dengan pembangunan spiritualitas warganya.
“Kemajuan sejatinya memerlukan hati yang rukun, akhlak yang baik, serta kepedulian antar sesama. Di sinilah solawat memiliki makna mendalam untuk menata batin agar langkah kita tetap lurus dan niat senantiasa bersih,” imbuhnya.
Mengingat waktu yang kian dekat dengan bulan suci Ramadan, kata Sachrudin,
momentum ini menjadi bekal spiritual dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat empati dan saling menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Selain aspek spiritual, Sachrudin juga menyinggung pentingnya strategi kolaborasi pentahelix dalam membangun daerah. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam mewujudkan visi kota.
“Kota Tangerang adalah rumah kita yang perlu kita jaga dan rawat. Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita butuh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media,” tegasnya.
Sachrudin menambahkan, di usia yang ke-33, Kota Tangerang telah memiliki arah pembangunan yang jelas. Fokus utama saat ini adalah menjaga ritme kebersamaan agar pembangunan tetap berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
“Kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan hingga organisasi keagamaan, mari bersatu mewujudkan cita-cita besar kota. Kita ciptakan kota kita menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur, kota yang makmur dan penuh kedamaian,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan gema solawat yang dipandu oleh Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf bersama Az-Zahir, yang seketika membuat suasana malam di jantung Kota Tangerang menjadi begitu syahdu dan penuh haru.(*)











