Kasus Bahar Bin Smith, 2.000 Banser Akan Datangi Mapolrestro Tangerang Besok Siang

Kasus Bahar Bin Smith, 2.000 Banser Akan Datangi Mapolrestro Tangerang Besok Siang
Tangkapan layar poster digital Pengurus GP Ansor akan gelar aksi di Mapolres Metro Tangerang Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sekitar 2.000 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dijadwalkan mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota, Sabtu 7 Februari 2026 Besok sekira pukul 13.00 WIB.

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas kasus dugaan penganiayaan terhadap kader Banser yang disebut melibatkan Bahar Bin Smith.

Bacaan Lainnya

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang, Midyani, mengatakan aksi solidaritas itu akan diisi apel dan doa bersama di depan Mapolres Metro Tangerang Kota mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

“Kami akan menggelar apel dan doa bersama di depan Mapolres Metro Tangerang Kota,” kata Midyani kepada Banten Ekspres, melalui sambungan seluler, Jum’at 6 Februari 2026 sore.

Midyani menyebut massa aksi tidak hanya berasal dari Kota Tangerang. Kader Banser dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Banten, telah berdatangan sejak Kamis (5/2) kemarin.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Rifqi Al Mubarok, disebut akan hadir langsung memimpin massa. Aksi tersebut, kata Midyani, merupakan instruksi langsung dari pimpinan pusat GP Ansor serta Korps Nasional (Kornas) Banser.

“Ini instruksi langsung dari pimpinan pusat. Kami berdiri di sisi Rida, kader Banser yang menjadi korban penganiayaan,” ujarnya.

Midyani menegaskan, selama hampir 90 tahun berdiri, GP Ansor tidak pernah menggelar aksi unjuk rasa secara besar-besaran. Namun, kasus penganiayaan terhadap kader Banser dinilai sudah melampaui batas toleransi.

“Sejak berdiri tahun 1934, Ansor tidak pernah turun ke jalan. Tidak ada sejarah Ansor bikin rusuh atau onar. Tapi peristiwa ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, GP Ansor mendesak kepolisian bertindak tegas dan mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat. Mereka meminta aparat tidak ragu dalam menegakkan hukum.

“Pesan kami jelas, Kapolres tidak boleh ragu. Kami hormati proses hukum, tapi pelaku penganiayaan itu lebih dari 10 orang. Semua harus diproses,” katanya.

GP Ansor menegaskan aksi akan berlangsung tertib dan damai. Namun, mereka menekankan tidak akan berhenti menyuarakan keadilan hingga kasus penganiayaan terhadap kader Banser diproses secara menyeluruh. (*)

Pos terkait