SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hasil Sakernas November 2025 sebesar 6,63 persen.
Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat sekitar tujuh orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja. Pada November 2025, TPT mengalami penurunan 0,05 persen poin jika dibandingkan dengan Agustus 2025.
Kepala BPS Provinsi Banten, Dr Yusniar Juliana mengatakan, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
“Jadi ada November 2025, TPT mengalami penurunan 0,05 persen poin jika dibandingkan dengan Agustus 2025,” katanya dalam keterangan secara virtual, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada November 2025, TPT laki-laki sebesar 7,07 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 5,91 persen. TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,62 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 1,21 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Ia mengaku, selama periode Agustus-November 2025, distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan didominasi oleh tamatan SMA yang mencapai 26,94 persen.
“Sementara itu, distribusi pengangguran terendah adalah tamatan Diploma I/II/III yaitu sebesar 3,75 persen pada November 2025,” ungkapnya.
Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT dari tamatan pendidikan Diploma I/II/III merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 13,18 persen.
Artinya, dari 100 orang angkatan kerja tamatan pendidikan Diploma I/II/III, terdapat sekitar 13 orang penganggur. Sementara TPT yang paling rendah adalah pada tamatan Sekolah Dasar ke bawah, yaitu sebesar 3,11 persen.
Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 7,19 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 4,46 persen.
“Dibandingkan Agustus 2025, TPT perkotaan mengalami peningkatan sebesar 1,00 persen poin, sedangkan TPT perdesaan mengalami penurunan sebesar 4,34 persen poin,” tuturnya. (*)
Reporter: Syirojul Umam










