PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah orang tua siswa SDK Mater Dei Pamulang menyayangkan sikap salah satu orang tua yang melaporkan guru ke polisi. Pasalnya, guru menasehati muridnya merupakan hal baik dan masih dalam yang wajar.
Diketahui, viral di media sosial petisi berjudul “Keadilan Untuk Seorang Guru”. Guru yang dimaksud adalah guru Sekolah dasar Katholik (SDK) Mater Dei Pamulang bernama Christiana Budiyati atau biasa disapa Ibu Budi.
Dalam petisi tersebut banyak warganet yang memberikan tandatangan sebagai bentuk dukungan kepada Ibu Budi. Petisi tersebut dibuat sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada Ibu Budi yang dilaporkan atas dugaan kekerasan verbal terhadap murid.
Kakek salah satu murid SDK Mater Dei Pamulang berinisial J mengatakan, kasus ini seharusnya dikomunikasikan sesama orang tua atau guru dan tidak perlu dilaporkan ke polisi.
“Kalau setiap orang tua kalau anaknya jatuh pasti mungkin marah tapi, inikan di lingkungan sekolah, selesaikan di sekolah dan tidak perlu keluar,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 27 Januari 2026.
J menambahkan, dalam obrolan orang tua siswa dirinya mendengar bila orang tua yang melaporkan guru ini terlalu lebay dan tidak harus dibesar-besarkan. “Tidak semua orang tua setuju apa yang dilakukan orang tua yang melaporkan guru ke polisi ini,” tambahnya.
Menurutnya, di lingkungan sekolah guru menceramahi siswa itu hal wajar, dan kalau tidak menasehati itu justru salah. “Orang tua yang melaporkan telah memindahkan anaknya ke sekolah lain, dia kelas 3,” jelasnya.
J mengungkapkan, di SDK Mater Dei Pamulang selama ini tidak ada guru yang berani mengajar atau mendidik dengan keras maupun menggunakan kekerasan fisik.
“Disini mana berani guru bertindak keras atau kasar terhadap siswa, apalagi bermain fisik. Bahkan saya dengar akan ada pengacara terkenal yang siap membela guru yang dilaporkan ke polisi ini,” tutupnya.
Hal senada dikatakan orang tua siswa SDK Mater Dey berinisial AK. Menurutnya, bila seorang guru menasehati dan memberitahu siswa merupakan hal wajar. “Wajarlah kalau guru nasehati murid. Berbeda dengan angkatan-angkatan dulu ya penggaris kayu cetar dan penghapus terbang sudah jadi makanan siswa tiap hari,” ujarnya.
AK menambahkan, saat ini kalau hanya dikasih tahu oleh guru merupakan hal wajar saja asal tidak menggunakan kekerasan fisik. Terkait kasus ini AK mengaku harus melihat runtutan kejadian dan tidak boleh memihat satu sisi saja.
“Saat ini posisi guru serba sulit, mau tegas salah, mau keras terhadap siswa juga salah,” tutupnya. (*)











