Dewan Dorong Implementasi Perda Diniyah Takmiliyah di Sekolah Negeri

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam.

 

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam menekankan, program Tangerang Mengaji yang selama ini sudah berjalan di setiap sekolah di Kota Tangerang perlu ditingkatkan kembali.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, dalam proses belajar mengajar khususnya pada jenjang SD dan SMP perlu juga adanya Muatan Lokal (Mulok) lainnya pada mata pelajaran agama Islam, seperti pendalaman Tajwid dalam membaca Alqur’an, kemudian Fiqh, Akidah Akhlak dan pendidikan agama Islam lainnya.

“Selain program Tangerang Mengaji, tapi rasanya tidak hanya konteks mengaji saja, pelajaran agama lainnya pun sangat penting bagi pelajar beragama Islam. Anak-anak ini harus tau Fiqh, mereka harus mendapatkan pendidikan akidah dan akhlak, mereka juga harus tau sejarah Islam, itu semua penting,” kata Rusdi, Kamis, 22 Januari 2026.

Rusdi mengatakan, bahwa saat ini di Kota Tangerang banyak madrasah Diniyah sudah tidak beroperasi. Padahal, Kota Tangerang yang merupakan Kota Akhlakul Karimah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah. Namun, implementasi dari Perda tersebut tidak berjalan.

“Sangat disayangkan, sampai detik ini realisasi dan operasional dari Perda itu tidak berjalan,” ungkap Rusdi.

Politisi dari Partai Golkar ini mendorong Pemkot Tangerang pada tahun 2026 ini merumuskan bagaimana Mulok pada jenjang pendidikan dasar di Kota Tangerang bisa mencakup kurikulum madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Kurikulum madrasah Diniyah Takmiliyah ini bisa di adopsi pada sekolah-sekolah umum negeri di Kota Tangerang,” ujar Rusdi.

“Ini sangat penting buat penguatan pendidikan agama bagi anak-anak kita, diharapkan dapat dijawab dan diimplementasikan oleh pak Kadis Pendidikan,” sambungnya.

Rusdi menekankan, pentingnya penguatan nilai-nilai agama bagi pelajar guna membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Terlebih di era serba digital saat ini.

Menurutnya, pendidikan agama Islam secara luas menjadi pondasi untuk menjaga moralitas anak bangsa sekaligus menjadi benteng bagi anak-anak itu sendiri.

Dia menjelaskan, bahwa penguatan nilai agama mampu menciptakan generasi yang lebih baik, menjauhkan mereka dari kenakalan remaja, dan mempersiapkan mereka menjadi penerus bangsa yang bermartabat.

“Kita cukup prihatin terhadap maraknya tindak kriminal, seperti tawuran antar pelajar, dan lainnya yang sering masuk ke hape kita melalui media sosial, belum lagi pemberitaan di media massa. Keprihatinan ini juga menjadi memicu kita semua sebagai orang tua untuk menguatkan pendidikan agama bagi anak-anak kita,” paparnya.

“Jadi penting peran nilai-nilai agama dalam membentuk karakter generasi muda. Penguatan nilai-nilai agama diharapkan bisa mencegah kenakalan remaja dan membantu anak-anak untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan bermoral,” pungkasnya.(*)

 

Pos terkait