Bapenda Kabupaten Serang Rancang Kompetisi Pendapatan Desa

Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha saat ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha berencana, bakal membuat kompetisi pendapatan desa sebagai upaya mendorong peningkatan kemandirian fiskal dan optimalisasi potensi ekonomi di tingkat desa.

Program ini dirancang, untuk memacu kreativitas pemerintah desa dalam menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), untuk kemudian bisa dirasakan dengan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) nya.

Bacaan Lainnya

Semakin desa menggali potensi pendapatannya, diyakini juga para Wajib Pajak (WP) akan semakin patuh terhadap pembayaran pajaknya, membuat BHPRD semakin tinggi juga.

Lalu mengatakan, nantinya akan dibuatkan sistem disertai aplikasinya seperti layaknya liga sepakbola, yang disebut dengan liga desa fiskal dan tentunya masyarakat bisa melihat langsung melalui handphone desanya berada diperingkat berapa.

Hal ini tentunya, bisa memacu semangat para kepala desa untuk berlomba-lomba meningkatkan serta menggali PADes nya, supaya desanya tidak berada dirangking paling bawah.

“Agar bagi hasilnya tinggi dan bisa dimanfaatkan oleh desa dan masyarakat, ini menjadi simbiosis mutualisme, kami tidak bisa melakukannya sendirian, karena pegawai yang terbatas tidak mungkin cukup untuk bisa meng-cover seluruh potensi yang ada di 29 kecamatan dan 326 desa. Artinya, kita butuh peranan aktif dari pemerintah desa untuk berpartisipasi aktif dalam hal bagaimana menjadi duta-dutanya pendapatan, dengan begitu saya yakin kemandirian secara fiskal akan kuat di Pemkab Serang,” katanya, Senin 19 Januari 2026.

Dikatakan Lalu, kompetisi ini akan melibatkan seluruh desa se Kabupaten Serang yang setiap desanya, akan dinilai berdasarkan kemampuan meningkatkan pendapatan, inovasi pengelolaan potensi lokal, serta tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.

Rencana kompetisi pendapatan desa ini juga diharapkan, dapat menjadi sarana berbagi praktik baik antar desa, dan yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan signifikan akan dijadikan contoh bagi desa lain dalam mengembangkan sektor unggulannya.

“Ini sesuai dengan asta cita presiden nomor enam yaitu, pembangunan dimulai dari desa, ekonomi, pemerataan dan sebagainya, dan kemandirian di desa akan terwujud juga karena semua bergerak. Mudah-mudahan, ini bisa mendorong motivasi dari masyarakat desa untuk membangun desanya lebih baik, pemerintah desa semakin mandiri secara finansial dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kata Lalu, pihaknya kini sedang mencoba memetakan terlebih dahulu apa saja potensi dari masing-masing desa, untuk mengetahui apakah cukup relevan diaplikasikan kompetisi tersebut di tahun ini mengingat kini ada efisiensi anggaran.

Terlebih, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan kecamatan untuk mendapatkan informasi valid terkait dengan potensi-potensi yang ada di desa.

“Membuat sistem dan aplikasi ini kan tidak mudah gitu, jadi kita harus memetakan terlebih dahulu ya namun dari 326 desa saya yakin semuanya punya potensi masing-masing, karena Kabupaten Serang sudah tidak ada lagi desa tertinggal. Pihak desa bisa mengembangkan banyak hal yang kemudian dapat digali, apakah ini masuk ke dalam sektor pajak yang mana untuk bisa menambah bagi hasilnya, akan terlihat antara pendapatan yang masuk dengan apa yang didapat oleh desa,” ucapnya. (*)

Pos terkait