PMI Kota Tangerang Turut Bangkitkan Keceriaan Anak-anak Korban Bencana Sumatera

Relawan PMI Kota Tangerang yang turut bergabung dengan PMI Provinsi Sumatera Utara tengah melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana Sumatera.

 

SUMATERA UTARA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kita Tangerang terjun ke lokasi bencana Sumatera dalam upaya membantu korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Bacaan Lainnya

Mereka bergabung bersama PMI Provinsi Sumatera Utara memberikan pelayanan bagi korban bencana. Para relawan dari PMI ini juga tak luput menghibur puluhan anak penyintas bencana yang mengungsi di wilayah Dusun Sitinjak Desa Aek Ngadol Sitinjak kecamatan Batang Toru kabupaten Tapanuli Selatan.

“Pelayanan pendamping Psychosocial Support Service (PSS) kepada anak-anak ini sebagai terapi untuk memulihkan rasa trauma mereka pasca banjir dan longsor yang menimpa rumah mereka,” ucap Mei Yati Simatupang salah satu relawan PMI dalam keterangannya, Jumat, 16 Januari 2026.

Mei menuturkan, kegiatan ini bertujuan agar anak sedikit demi sedikit dapat melupakan kesedihannya dan mengembalikan keceriaannya. Apalagi selama hampir dua bulan permukiman mereka hanyut terbawa banjir dan harus tinggal di pengungsian sudah dipastikan merasakan kejenuhan.

Dengan cara menghibur melalui berbagai edukasi permainan, kata Mei, anak-anak korban bencana ini mulai kembali ceria dan terlihat senang serta lupa bahwa mereka adalah korban banjir.

“Dengan adanya permainan edukatif, bernyanyi dan bercerita diharapkan mereka dapat mengatasi trauma,” ujar Mei.

Dikatakan Mei, dalam kegiatan trauma healing tersebut, anak-anak yang di dampingi orang tuanya dapat berinteraksi langsung. Hal ini memudahkan relawan PMI dalam menjalankan misinya yakni menghilangkan rasa traumanya.

Di sela kegiatan, para relawan juga melakukan pelayanan pemeriksaan kesehatan, pemberian bantuan alat sekolah serta mengenalkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sosialisasi ini perlu dilakukan karena pascabanjir biasanya banyak genangan air, lumpur dan sampah yang bisa menjadi sumber penyakit.

“Kami berharap mereka tetap memiliki semangat dan mental yang kuat menghadapi musibah yang menimpa dirinya dan keluarganya,” paparnya.

Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara, Ade Yudiansyah mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk menghibur dan menghilangkan trauma dari musibah yang dialaminya, karena yang paling menderita itu anak-anak. “Apalagi di usia tersebut, mereka belum paham beratnya hidup atas ujian yang dialaminya,” kata Ade.

Ade menambahkan, pihaknya juga terus berupaya melakukan pelayanan-pelayanan terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir. Seperti pelayanan pemeriksaan kesehatan, distribusi logistik, distribusi air bersih dan melakukan pelayanan pendamping PSS yang tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga orang dewasa. (*)

 

Pos terkait