SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Banjir yang kini melanda Kabupaten Serang semakin meluas, data terbaru pada Selasa 13 Januari 2026, terdapat 4.889 rumah warga terendam banjir yang tersebar di 16 kecamatan.
Curah hujan yang tinggi sejak Senin 12 Januari hingga Selasa 13 Januari, disertai meluapnya sejumlah sungai dan drainase yang buruk menjadi pemicu terjadinya banjir.
Anggota Pusdalops pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Jhonny E Wangga mengatakan, berdasarkan data sementara banjir terjadi di 16 kecamatan mulai dari, Kecamatan Padarincang di Desa Citasuk, Kecamatan Cinangka di DesaRancasanggal dan Desa Karang Suraga, Kecamatan Kibin di Desa Nagara, Desa Ketos, dan Desa Cijeruk.
Kemudian, Kecamatan Ciruas di Desa Pelawad, Desa Ranjeng, Desa Citerep, Desa Cigelam, Kecamatan Kramatwatu di Desa Margasana dan Desa Margatani, Kecamatan Kragilan di Desa Sentul, Desa Kragilan, dan Desa Kendayakan, Kecamatan Anyer di Desa Tanjung Manis dan Desa Cikoneng.
Selanjutnya, Kecamatan Bandung di Desa Malabar dan Desa Priwulung, Kecamatan Cikande di Desa Cikande, Kecamatan Pontang di Desa Sukajaya, Kecamatan Tirtayasa di Desa Tengkurak, Kecamatan Kopo di Desa Gabus dan Desa Carenang Udik.
“Banjir juga melanda, Kecamatan Cikeusal di Desa Gandayasa, Desa Harundang, dan Desa Panosogan, Kecamatan Jawilan di Desa Pasir Buyut dan Desa Parakan, Kecamatan Tunjung Teja di Desa Kemuning, dan Kecamatan Lebakwangi di Desa Lebak Kepuh. Jadi, banjir ini meluas ke beberapa kecamatan, akibat intensitas hujan yang tinggi,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu 14 Januari 2026.
Dampak kejadian yang ditimbulkan akibat banjir, kata Jhonny, ada 4.889 rumah terendam dengan jumlah KK 5.386 diantaranya, 19.088 jiwa, 439 Lansia, 1922 anak-anak dan Balita, tiga ibu hamil, dan 24 ibu menyusui.
Adapun ketinggian air bervariasi, antara 30 centimeter hingga 80 centimeter ini terutama di daerah dataran rendah, dan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.
“Karena banjir ini, aktivitas warga terganggu dan sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat ini, tim gabungan masih berada di lokasi banjir untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Dikatakan Jhonny, penanganan banjir yang kini sedang dilakukan mulai dari, penyaluran bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya, serta menyiapkan alat penyedot air di kawasan perumahan.
Tidak hanya itu, petugas juga terus memantau kondisi debit air sungai untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, dan tetap mengikuti arahan petugas serta segera mengungsi apabila kondisi air terus meningkat,” ucapnya.
Kata Jhonny, kondisi saat ini sebagian masyarakat terdampak banjir melakukan evakuasi mandiri ke sanak saudara, dan ke tempat yang lebih aman, banjir di beberapa kecamatan juga terpantau mulai surut.
“Banjir perlahan mulai surut di beberapa kecamatan dan desa, kendala yang dialami ketika di lapangan yaitu, kendaraan operasional, sarana prasarana yang minim, lokasi kejadian tersebar di beberapa kecamatan, dan momor utama operator Pusdalops bermasalah,” tuturnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar










