SMPN 3 Teluknaga Pulangkan Siswa Akibat Banjir, Kegiatan Belajar Mengajar Terhenti

Siswa SMPN 3 Teluknaga, bermain hujan dan air saat sekolah terendam air akibat hujan sejak pagi. foto SMPN 3 Teluknaga for Bantenekspres.co.id

TELUKNAGA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 3 Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, terpaksa dihentikan sementara akibat banjir yang merendam hampir seluruh area sekolah. Genangan air yang cukup tinggi membuat pihak sekolah mengambil keputusan memulangkan seluruh siswa demi menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Banjir mulai menggenangi lingkungan sekolah sejak pagi hari setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Teluknaga dan sekitarnya. Air masuk ke halaman sekolah, lapangan, hingga mendekati ruang-ruang kelas, sehingga kegiatan pembelajaran tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara normal.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 3 Teluknaga, Endaryanto, mengatakan keputusan memulangkan siswa diambil setelah pihak sekolah melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekolah sejak pagi. Sehingga, kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan karena banjir menganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Sejak pagi kami sudah melihat kondisi sekolah tergenang air cukup tinggi. Demi keselamatan siswa dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan siswa lebih awal,” ujarnya saat di hubungi Bantenekspres.co.id, Senin 12 Januari 2026.

Menurut Endaryanto, keselamatan siswa menjadi prioritas utama sekolah, terutama karena genangan air terus bertambah dan dikhawatirkan masuk ke dalam ruang kelas. Pihaknya, tidak ingin terjadi sesuatu kepada siswa sehingga siswa di pulangkan dan kegiatan belajar mengajar di sekolah sementara waktu di hentikan.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Anak-anak harus kami amankan, karena air semakin naik dan kondisi tidak memungkinkan untuk kegiatan pembelajaran. Ini adalah langkah terbaik yang bisa kami ambil,” katanya.

Sebelum dipulangkan, sejumlah siswa sempat terlihat bermain air di halaman sekolah yang tergenang banjir. Meski demikian, pihak sekolah tetap melakukan pengawasan agar aktivitas tersebut tidak membahayakan siswa.

“Memang ada anak-anak yang sempat bermain air karena mungkin menganggap ini hal yang tidak biasa, tetapi kami terus mengingatkan dan mengawasi agar mereka tetap aman dan tidak bermain terlalu jauh,” paparnya.

Ia menambahkan, banjir yang terjadi diduga akibat tingginya curah hujan serta buruknya sistem drainase di sekitar lingkungan sekolah, sehingga air tidak dapat mengalir dengan cepat.

“Saluran air di sekitar sekolah memang perlu mendapat perhatian. Ketika hujan deras turun, air sulit surut dan akhirnya menggenangi area sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembelajaran pengganti jika banjir kembali terjadi.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Jika kondisi belum memungkinkan, tentu kami akan mencari solusi agar hak belajar siswa tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Endaryanto juga mengimbau kepada para orang tua siswa untuk tetap memantau kondisi anak-anaknya setelah dipulangkan lebih awal. Jangan sampai, ada siswa yang tidak pulang tepat waktu setelah mereka di pulangkan akibat sekolah banjir.

“Kami mohon kerja sama orang tua untuk memastikan anak-anak sampai ke rumah dengan aman dan tetap menjaga kesehatan mereka,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait