SEPATAN, BANTENEKSPRES.CO.ID — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASITA Tangerang menggelar kegiatan santunan anak yatim. Acara ini sebagai wujud kepedulian sosial dan penerapan asas kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kegiatan santunan tersebut dilaksanakan di Majelis Ta’lim Riyadhotul Muhajjirin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Berbeda dengan perayaan ulang tahun pada umumnya yang kerap diisi dengan seremoni dan acara seremonial di hotel, DPC ASITA Tangerang memilih untuk berbagi langsung dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami lihat, masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan. Makanya, kami memilih melakukan kegiatan santunan.” kata Rossy, Ketua DPC Asita Tangerang, Jumat, 9 Januari 2026.
Rossy melanjutkan, sebanyak 400 paket santunan disalurkan kepada anak-anak yatim dan piatu yang berada di lingkungan sekitar majelis ta’lim. Setiap anak menerima dua paket berisi jajanan sehat, seperti biskuit, susu, agar-agar dan sejenisnya. “Tiap anak kan dapat dua, jadi total penerima santunan sekitar 200 anak,” imbuh mantan Pramugari Garuda ini.
Dana kegiatan santunan ini berasal dari patungan para pengurus ASITA Kota Tangerang, tanpa melibatkan sponsor eksternal. Seluruh pengurus ASITA turun langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dan solidaritas organisasi.
Rossy menegaskan, kegiatan sosial ini merupakan inisiatif mandiri cabang, meskipun peringatan HUT ke-55 ASITA merupakan agenda nasional. Menurutnya, dibandingkan menggelar acara seremonial seperti pemotongan tumpeng atau perayaan di hotel, kegiatan berbagi dinilai lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
“Kalau hanya potong tumpeng dan sambutan, manfaatnya terbatas. Kami lebih memilih berbagi, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ocie ini.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi masyarakat yang membutuhkan masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Apalgi, saat ini warga di wilayah Sumatera hingga Aceh masih berada dalam kondisi terdampak bencana banjir. Pastinya, warga di wilayah itu membutuhkan bantuan dan uluran tangan sesama.
Adapun pemilihan lokasi santunan, dilakukan dengan pertimbangan matang. Yayasan dan pengelola Majelis Ta’lim Riyadhotul Muhajjirin dinilai tidak berorientasi pada keuntungan (money oriented), serta memiliki data yang jelas mengenai anak-anak yatim dan piatu di lingkungan sekitar, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Lebih jauh dikatakan Ocie, kegiatan ini sejalan dengan tema HUT ke-55 ASITA, yakni “Mewujudkan Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Melalui aksi nyata di bidang sosial, ASITA berharap dapat berkontribusi tidak hanya dalam pengembangan pariwisata nasional, tetapi juga dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Dengan semangat kebermanfaatan tersebut, DPC ASITA Tangerang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menginspirasi berbagai pihak untuk turut berbagi kepada sesama,” tutupnya. (*)
Reporter: E. Sahroni











