Inflasi Kota Tangerang Terkendali di 2,55 Persen pada Awal 2026

Inflasi Kota Tangerang Terkendali di 2,55 Persen pada Awal 2026
Ruta Ireng Wicaksono, Asda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mencatat capaian positif di sektor perekonomian dengan berhasil menjaga laju inflasi tetap terkendali pada awal 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Tangerang pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,55 persen.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengatakan, kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan sejumlah komoditas, khususnya pada momentum libur akhir tahun.

Bacaan Lainnya

“Sedikit kenaikan inflasi di awal tahun ini merupakan kondisi yang sangat normal. Faktor utamanya berasal dari lonjakan permintaan komoditas dan kondisi cuaca pada masa peralihan tahun,” ujar Ruta, Rabu 7 Januari 2026.

Ruta menjelaskan, secara tren, inflasi Kota Tangerang masih menunjukkan stabilitas yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan catatan BPS Kota Tangerang, inflasi tercatat sebesar 1,96 persen pada September 2025, naik menjadi 2,54 persen pada Oktober, kemudian turun menjadi 2,34 persen pada November, dan kembali naik tipis menjadi 2,55 persen pada Desember 2025.

Ia menambahkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tangerang pada Desember 2025 berada di angka 109,18. Sementara itu, inflasi bulanan atau month to month (mtm) tercatat sebesar 0,56 persen.

“Angka tersebut masih relatif rendah dan menjadi salah satu yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten,” kata Ruta.

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, inflasi Kota Tangerang sebesar 2,55 persen, lebih rendah dibandingkan Kota Cilegon yang mencapai 2,63 persen, Kota Serang 2,86 persen, Kabupaten Lebak 2,97 persen, serta Kabupaten Pandeglang yang mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,18 persen.

Adapun komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok pangan, seperti cabai merah, cabai rawit, dan daging. Sementara dari kelompok nonpangan, inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga emas dan perhiasan.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk mengaktifkan kembali program-program pengendalian inflasi dalam waktu dekat.(*)

Pos terkait