Usai Tangkap Pelaku, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Anak Politisi PKS Akibat Kripto

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan dan jajarannya mengungkap kasus pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Senin 5 Januari 2026.

CILEGON, BANTENEKSPRES.CO.ID – Polda Banten bersama Polres Cilegon berhasil menangkap pelaku aksi pembunuhan anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kota Cilegon.

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai latar belakang pelaku berinisial HA (31). Pria asal Palembang yang menetap di Cilegon ini ternyata sedang terjepit masalah finansial yang hebat.

Bacaan Lainnya

“Motif utamanya adalah ekonomi. Pelaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga memiliki utang yang menumpuk. Tekanan inilah yang mendorongnya nekat melakukan pencurian,” katanya di Mapolres Cilegon, Senin 5 Januari 2026.

Akibat masalah finansial tersebut, membuat HA nekat melakukan aksi pencurian di rumah mewah yang berujung aksi pembunuhan.

Ia menjelaskan, aksi ini dimulai dengan perencanaan yang cukup rapi, HA awalnya tidak berniat membunuh. Sasarannya adalah rumah kosong yang bisa dikuras hartanya.

“Pelaku sempat menekan bel rumah berkali-kali. Karena tidak ada respons, ia yakin rumah itu kosong,” katanya di Mapolres Cilegon, Senin 5 Januari 2026.

Karena yakin, HA memanjat pagar dan menyelinap ke samping rumah. Dengan kunci yang telah dimodifikasi, ia mencongkel jendela dan berhasil merangsek masuk ke dalam. Namun, perhitungan HA meleset. Di dalam rumah yang ia kira sepi justru berhadapan langsung dengan korban.

“Pada saat berada di dalam rumah, pelaku kepergok oleh anak selaku korban. Karena panik dan takut aksinya diketahui, pelaku langsung melakukan kekerasan,” ujarnya.

Setelah aksi tersebut terpergok oleh korban membuat HA hilang akal. Dalam kondisi panik, pelaku membekap korban.

Tak berhenti di situ, HA menghujamkan sebilah pisau yang memang sudah ia bawa sejak awal. Luka fatal akibat tusukan tersebut membuat nyawa korban tak tertolong dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Pelaku menusuk korban menggunakan pisau yang sudah dibawa dari awal. Akibat luka tusuk tersebut, korban meninggal dunia. Penyidik telah mengamankan sejumlah alat yang digunakan pelaku untuk masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.

Maka dari itu, Polda Banten mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman, guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa.

“Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat di kawasan pemukiman untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, meskipun tinggal di lingkungan yang dianggap aman atau terjaga,” paparnya. (*)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait