RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan masif terbukti memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu dampak nyata terlihat pada sentra produksi tahu rumahan merek RK di Kabupaten Tangerang yang mengalami lonjakan produksi hingga ribuan potong per hari.
Pabrik tahu milik Nanang, di Kampung Kongsi Baru, RT 04 RW 01, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, menjadi salah satu pemasok pangan untuk dapur MBG.
Sejak bergabung dalam program ini, volume produksi harian yang semula di angka 15.000 potong tahu, kini mendapat tambahan pesanan tetap sebanyak 3.000 potong setiap kali jadwal pengiriman.
”Alhamdulillah, sejak Oktober kemarin ada tambahan order rutin tiga kali seminggu dari dapur MBG. Untuk memenuhi tambahan 3.000 potong tahu, kami menambah pemakaian bahan baku kedelai sebanyak 50 kilogram atau setengah kwintal dari 5 kwintal per hari,” ujar Nanang, pria asal Tasikmalaya tersebut, Kamis, 18 Desember 2025.
Peningkatan skala produksi ini tidak hanya berdampak pada omzet pemilik usaha, tetapi juga merembet pada pekerja.
Sebanyak 10 karyawan di pabrik Tahu RK kini mendapatkan jam kerja lembur rutin untuk memastikan pesanan selesai tepat waktu.
“Kami sangat bersyukur. Dengan adanya tambahan order ini, pegawai kami bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari uang lembur. Ekonomi keluarga pekerja jadi lebih terbantu,” tambah Nanang yang merupakan ayah dari tiga anak ini.
Program Makan Bergizi Gratis terbukti menjadi pendorong ekonomi kerakyatan (ekonomi lokal). Melalui penyerapan produk lokal seperti tahu, pemerintah secara tidak langsung telah menjamin keberlangsungan usaha di tingkat desa.
Tahu RK adalah usaha mikro produksi tahu goreng yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Dipimpin oleh Nanang, usaha ini berkomitmen menyajikan produk tahu berkualitas untuk kebutuhan masyarakat lokal dan mendukung program ketahanan pangan pemerintah. (*)
Reporter: Zakky Adnan











