DPRD Kota Tangsel Gelar Coffee Morning, Paparkan Kinerja Sepanjang 2025

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tangsek menggelar Coffee Morning dengan media, di ruang Aspirasi DPRD Tangsel, Kamis, 18 Desember 2025.

SETU, BANTENEKSPRES.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan coffee morning, Kamis, 17 Desember 2025 di Gedung DPRD Kota Tangsel. Kegiatan ini, sebagai ajang silaturahmi sekaligus pemaparan kinerja lembaga legislatif sepanjang tahun 2025.

Acara ini juga menjadi momentum transparansi DPRD kepada publik terkait pelaksanaan tiga fungsi utama, yakni pengawasan, penganggaran, dan legislasi.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid menjelaskan bahwa fungsi pengawasan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Pengawasan tersebut diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak), respons terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, serta pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur masyarakat.

“Fungsi pengawasan ini kami jalankan secara rutin. Mulai dari sidak hingga RDP dengan OPD dan masyarakat, sebagai bentuk respons atas berbagai persoalan yang berkembang di Tangsel,” ujar Abdul Rasyid.

Pada fungsi penganggaran (budgeting), DPRD menegaskan komitmennya untuk memastikan terpenuhinya mandatory spending sesuai ketentuan perundang-undangan. Beberapa alokasi yang menjadi perhatian antara lain sektor pendidikan minimal 20 persen serta infrastruktur sekitar 40 persen. Namun demikian, DPRD juga menekankan pentingnya kearifan lokal dalam penyusunan anggaran.

“Kami memastikan mandatory spending terpenuhi, tetapi tetap memperhatikan kebutuhan riil masyarakat. DPRD juga mendorong Pemkot Tangsel agar fokus pada persoalan kemacetan, pengangguran, dan kemiskinan,” ujar politisi yang karib disapa Ocil ini.

Sementara pada fungsi legislasi, DPRD Kota Tangsel telah mendorong sejumlah rancangan peraturan daerah (perda) inisiatif yang diusulkan oleh fraksi-fraksi. Beberapa di antaranya adalah perda tentang kemiskinan, perda pondok pesantren (ponpes), serta perda pasar rakyat yang dinilai strategis untuk penguatan ekonomi masyarakat.

“Sejumlah perda inisiatif ini merupakan amanat dan kebutuhan daerah yang diharapkan bisa terus dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat,” tambah Ocil yang merupakan Politisi Golkar ini.

Kegiatan coffee morning ini juga menjadi bagian dari kewajiban DPRD untuk menyampaikan laporan kinerja tahunan sebagai bentuk pertanggungjawaban (LPJ) kepada publik. Laporan tersebut mencakup kinerja pimpinan DPRD serta seluruh komisi, yakni Komisi I, II, III, dan IV.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kota Tangsel M. Yusuf, Wakil Ketua II Wanto Sugito, dan Wakil Ketua III Maria Teresia Suhardja. Hadir pula Ketua Komisi II Rifki, Sekretaris Komisi II Linda, Ketua Komisi IV Rahmat Hidayat, serta Anggota Komisi IV Paramita dan Deden Juardi.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kota Tangsel berharap masyarakat dapat mengetahui secara jelas kinerja legislatif sepanjang 2025 sekaligus memperkuat sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan Kota Tangerang Selatan. (*)

Pos terkait