ANYER, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pedagang Pasar Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, mengadukan sepinya penjualan ke Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supiyanto, ketika bertemu di lokasi pasar kemarin Kamis 4 Desember 2025.
Pedagang mengaku, pendapatan penjualannya turun drastis alias merugi dikarenakan, adanya penerapan parkir berbayar, yang membuat para pembeli enggan datang berbelanja.
Salah satu pedagang buah Pasar Anyer Tina mengatakan, parkir berbayar menjadi penyebab sepinya pasar dari para pengunjung yang datang, mereka harus membayar parkir sebesar Rp2 ribu.
“Parkir bayar, meskipun cuman Rp2 ribu tapi itu membuat pasar menjadi semakin sepi, kami pun menjadi merugi,” katanya, Jumat 5 Desember 2025.
Tina mengatakan, pungutan parkir Pasar Anyer ini sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu, padahal sebelumnya tidak pernah ada parkir berbayar yang membuat pasar menjadi ramai.
Ia berharap, sistem parkir berbayar ini dihapuskan seperti sebelumnya, supaya pengunjung yang datang tidak terbebani.
“Pasar di Cilegon yang besar saja tidak ada bayar parkir, masa disini pasar kecil ada bayar parkir, memang ada tiketnya resmi tapi itu membebani pembeli yang datang. Kami berharap digratiskan saja, seperti sebelumnya,” ujarnya.
Semenjak ada parkir berbayar, kata Tina, pendapatannya menjadi turun setengahnya yang biasanya, dagangannya habis semenjak ada parkir berbayar menjadi tidak habis.
Dirinya mengaku, permasalahan ini sudah pernah disampaikan ke pemerintah sekitar, namun sampai sekarang masih ada parkir berbayar ini.
“Saya menjadi rugi, biasanya ramai kini sepi sekali pengunjung yang datang, dulu waktu menteri apa itu ke pasar sudah kita sampaikan, tapi tidak pernah ada perubahan,” ucapnya.
Pedagang lainnya bernama Halimah mengatakan, parkiran berbayar sudah ada sejak setelah Covid-19, namun bukannya menjadikan pasar menjadi rapih malah membuat pasar menjadi sepi.
Karena, parkir berbayar ini membebani pembeli yang datang, dan membuat rugi pedagang pasar.
“Pasa Covid-19 pendapatan kami bagus, setelah itu ada parkir berbayar malah turun, saya aja pendapatannya turun 70 persen. Saya berharap, parkir bisa gratiskan saja untuk pembeli, supaya mereka banyak yang datang,” katanya.
Disisi lain, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supiyanto mengaku, sudah menerima keluhan pedagang perihal parkir berbayar yang membuat mereka merugi.
Sehingga, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Serang terkait parkirnya dan, Diskoumperindag Kabupaten Serang terkait kondisi pasarnya.
“Saya sudah menerima keluhan pedagang, nanti kita panggil dinas terkait untuk berkoordinasi seputar masalah yang dialami pedagang ini. Supaya pasar Anyer, bisa berjalan dengan baik dan kondusif serta pendapatan pedagang meningkat,” katanya.
Supiyanto menyebutkan, tidak bisa menilai apakah parkir ini harus digratiskan atau berbayar, karena harus dilakukan pengkajian terlebih dahulu bersama dinas terkait.
Meski begitu dirinya mengaku, penerapan parkir berbayar ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, yang sebelumnya tidak pernah ada parkir berbayar di Pasar Anyer.
“Dulu itu hanya ada kantong-kantong parkir, lalu diterapkan parkir berbayar. Nanti kita kaji terlebih dahulu, saya belum bisa menyimpulkan apakah harus digratiskan atau tidak, kita rapatkan dulu,” ujarnya. (*)










